Kekayaan Rahayu Saraswati Menurut LHKPN
Selain kiprahnya di dunia politik, Rahayu Saraswati juga tercatat memiliki kekayaan yang cukup besar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024 yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 Maret 2025, total harta kekayaan Sara mencapai Rp34,47 miliar atau tepatnya Rp34.472.155.947.
Berikut rincian kekayaan Rahayu Saraswati:
1. Aset Tanah dan Bangunan – Rp20,04 miliar
Aset terbesar Sara berada pada kategori tanah dan bangunan dengan nilai total Rp20.040.147.000. Ia memiliki 11 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah strategis seperti Bogor, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Bandung, Kebumen, Bekasi, hingga Wonogiri.
Kepemilikan lahan yang luas menunjukkan bahwa Sara memiliki fondasi kekayaan yang sangat kuat dalam bentuk properti.
Beberapa aset tanah dan bangunan bernilai besar antara lain:
- Tanah dan bangunan seluas 271 m²/190 m² di Jakarta Pusat senilai Rp9,35 miliar.
- Tanah dan bangunan di Jakarta Pusat lainnya senilai Rp4,83 miliar.
- Sebidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai Rp3,12 miliar.
2. Kendaraan dan Mesin – Rp4,8 miliar
Sara juga tercatat memiliki empat unit mobil mewah dengan total nilai Rp4,8 miliar. Pilihan mobil di bawah ini menunjukkan selera yang konsisten terhadap kendaraan premium, yang sesuai dengan citra seorang politisi muda berkelas.
Baca Juga: Masuk Prolegnas, RI Bakal Punya UU Transportasi Online Tahun Ini
Koleksi kendaraan tersebut meliputi:
- Toyota Vellfire (2019) senilai Rp800 juta.
- Toyota Alphard (2021) senilai Rp1,05 miliar.
- Toyota Land Cruiser (2023) senilai Rp2,4 miliar.
- Toyota Fortuner (2023) senilai Rp550 juta.
3. Aset Lainnya
Selain properti dan kendaraan, Sara juga memiliki kekayaan dalam bentuk lain, yakni:
- Harta bergerak lainnya: Rp615 juta.
- Surat berharga: Rp4,24 miliar.
- Kas dan setara kas: Rp8,16 miliar.
4. Utang
Sara memiliki utang sebesar Rp3.39 miliar. Jika ditotal sebelum dikurangi dengan utang, kekayaan Rahayu Saraswati atau Sara mencapai Rp37,86 miliar. Namun, setelah dikurangi dengan jumlah utang sebesar Rp3,39 miliar, maka total kekayaan bersihnya menjadi Rp34,47 miliar.
Angka kekayaan Rahayu Saraswati menunjukkan bahwa ia termasuk jajaran politisi dengan harta yang signifikan, apalagi bila dibandingkan dengan usianya yang relatif muda.
Sebagian besar kekayaannya terdiversifikasi dalam bentuk properti dan instrumen keuangan, sementara gaya hidupnya tercermin dari kepemilikan mobil-mobil premium.
Demikian itu rincian jumlah kekayaan Rahayu Saraswati. Di luar aspek materi, perjalanan politik Sara memperlihatkan sisi idealisme seorang politisi muda milenial yang berusaha mengukir jalannya sendiri.
Keputusannya untuk mundur dari DPR mungkin menjadi titik balik penting dalam hidupnya, apakah untuk berfokus pada keluarga, bisnis, atau bahkan menyiapkan langkah politik yang lebih besar.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Kontroversi Podcast Berujung Mundur, Ini Jejak Politik Rahayu Saraswati
-
Pendidikan Kelas Dunia Rahayu Saraswati, Ponakan Prabowo yang Mundur dari DPR Karena Kepleset Lidah
-
Pernah Jadi Bintang Film, Ini Riwayat Pekerjaan Rahayu Sarawasti yang Mundur dari DPR RI
-
Masuk Prolegnas, RI Bakal Punya UU Transportasi Online Tahun Ini
-
Terima Aduan Ojol, Pimpinan BAM DPR Minta Aplikator Hapus Asuransi yang Merugikan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Ketika Jakarta Berbenah Menjadi Kota yang Lebih Ramah Manusia di HUT Ke-499
-
Soal Begal Takut Tentara, DPR Ingatkan Proses Pidana Tetap di Tangan Polisi
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?