- Lisa Mariana mengakui menerima aliran dana dari Ridwan Kamil
- KPK belum memanggil Ridwan Kamil
- Status Ridwan Kamil Menggantung
Suara.com - Selebgram Lisa Mariana akhirnya buka suara terkait aliran dana yang diterimanya dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Diperiksa di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis, Lisa dengan tegas mengaku tidak mengetahui sama sekali bahwa uang tersebut diduga berasal dari pusaran kasus korupsi proyek pengadaan iklan di Bank BJB periode 2021–2023.
Dengan lugas, Lisa menjelaskan persepsinya saat menerima dana tersebut. Menurutnya, status Ridwan Kamil sebagai gubernur aktif saat itu membuatnya tidak menaruh curiga sedikit pun. Baginya, adalah hal yang wajar seorang pejabat memiliki dana lebih.
“Waktu itu beliau, ‘kan, masih menjabat. Ya sudah saya pikir beliau ada uang, banyak uang, tapi saya tidak tahu aliran itu dari Bank BJB,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, dilansir Antara, Kamis (11/9/2025).
Meskipun mengakui adanya aliran dana yang ia gunakan untuk keperluan anaknya, Lisa memilih untuk menutup rapat-rapat informasi mengenai jumlah nominal yang ia terima. Saat didesak oleh awak media, ia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.
“Maaf, saya tidak bisa. Saya rasa cukup, ya,” ujarnya. Ia pun kembali menegaskan, “Saya enggak bisa sebut nominalnya ya.”
Pengakuan Lisa ini muncul di tengah penyidikan intensif yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait skandal korupsi di Bank BJB yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp222 miliar.
Pihak KPK menyatakan bahwa mereka masih fokus menelusuri jejak aliran uang sebelum melayangkan panggilan pemeriksaan kepada Ridwan Kamil.
“Kami sedang mengonfirmasi dulu informasi terkait dengan sebaran uangnya sehingga ketika nanti kami memanggil saudara RK, kami akan konfirmasi satu-satu,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.
Dalam kasus ini, KPK telah menjerat lima orang sebagai tersangka pada 13 Maret 2025. Mereka adalah Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH), serta tiga orang pengendali agensi periklanan, yaitu Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Suhendrik (SUH), dan Sophan Jaya Kusuma (SJK).
Baca Juga: Tangis Lisa Mariana Pecah di Bareskrim, Klaim Anaknya Ada Kemiripan DNA dengan Ridwan Kamil
Keterkaitan Ridwan Kamil dalam kasus ini semakin menguat setelah penyidik KPK menggeledah kediamannya pada 10 Maret 2025. Dari penggeledahan tersebut, sejumlah aset termasuk sepeda motor dan mobil disita.
Namun, sebuah fakta menarik terungkap: hingga Rabu (10/9), atau tepat 184 hari pasca penggeledahan, Ridwan Kamil belum juga dipanggil untuk dimintai keterangan oleh lembaga antirasuah tersebut.
Berita Terkait
-
Tangis Lisa Mariana Pecah di Bareskrim, Klaim Anaknya Ada Kemiripan DNA dengan Ridwan Kamil
-
Pede Abis! Lisa Mariana: Saya 1.000 Persen Yakin CA Anak Kandung Ridwan Kamil
-
Ridwan Kamil Ditantang Tes DNA Ulang di Singapura! Pihak Lisa Mariana: Kalau Yakin, Kenapa Takut?
-
Kasus Ridwan Kamil Dicap Janggal, Tes DNA 4 Seleb Ini Juga Pernah Simpan Teka-teki
-
Tak Tahu Uang dari Ridwan Kamil Hasil Korupsi, Lisa Mariana: Saya Pikir Beliau Banyak Duit
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
-
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026