- Aris menegaskan bahwa penunjukan menteri, termasuk potensi Mahfud MD adalah keputusan mutlak Presiden
- Presiden Prabowo mencari sosok "putra terbaik bangsa" untuk mengisi jabatan Menko Polkam
- Isu Mahfud MD masuk kabinet berasal dari unggahan media sosial
Suara.com - Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kursi kosong Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Merah Putih semakin memanas. Satu nama yang terus menjadi sorotan publik adalah mantan Menko Polkam sekaligus calon wakil presiden (cawapres) 2024, Mahfud MD.
Menanggapi spekulasi yang beredar liar, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, akhirnya angkat bicara. Ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan, Aris memberikan jawaban tegas namun diplomatis terkait peluang Mahfud MD kembali ke kabinet.
Menurut Aris, keputusan final mengenai susunan kabinet, termasuk siapa yang akan menjadi menteri, adalah wewenang penuh atau hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya tidak bisa ikut campur atau memberikan kepastian.
”Kabinet kan hak prerogatif Pak Presiden, ya saya enggak bisa menyampaikan,” kata Aris saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (16/9/2025).
Kabar mengenai potensi bergabungnya Mahfud MD ke dalam pemerintahan Prabowo pertama kali mencuat dari sebuah unggahan di media sosial. Unggahan tersebut menyebut bahwa cawapres dari kontestasi Pilpres 2024 yang belum mendapat posisi di pemerintahan akan segera bergabung.
Jika merujuk pada konstelasi politik saat ini, dari tiga cawapres yang bertarung, hanya Mahfud MD yang belum berada di dalam lingkaran kekuasaan. Rivalnya, Muhaimin Iskandar, telah lebih dulu dilantik menjadi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi lebih lanjut mengenai isu pelantikan menteri baru yang kabarnya akan digelar pada Rabu (17/9) mendatang, Aris kembali memberikan jawaban yang mengambang, meminta publik untuk bersabar.
"Ya nanti kita lihat saja. Nanti kita lihat. Nanti setelah selesai," kata Aris.
Meski demikian, Aris memberikan sedikit bocoran mengenai kriteria sosok yang dicari oleh Presiden Prabowo untuk mengisi jabatan strategis Menko Polkam, menggantikan Budi Gunawan. Menurutnya, presiden tidak akan memandang latar belakang calon menterinya.
Baca Juga: Soal Prabowo Lantik Menkopolkam dan Menpora Baru Besok, Anak Buahnya Bilang Begini!
"Beliau akan mencari putra terbaik bangsa, tanpa pandang bulu, dari suku apa pun, darimana asalnya," katanya.
Lebih menarik lagi, Aris mengaku bahwa dirinya telah dilibatkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam diskusi mengenai calon kuat yang akan menduduki kursi Menko Polkam, sebuah sinyal bahwa pengumuman penting akan segera tiba.
Berita Terkait
-
Soal Prabowo Lantik Menkopolkam dan Menpora Baru Besok, Anak Buahnya Bilang Begini!
-
Kabinet Merah Putih Masih Pincang, Besok Prabowo Lantik Menko Polkam dan Menpora Baru?
-
Bakal Tersangka usai Didepak Prabowo? Mahfud MD Ungkap 2 Opsi Seret Budi Arie di Kasus Judol
-
Anak Buah Prabowo Beri Kode di Istana, Pelantikan Menko Polkam dan Menpora Rabu Besok?
-
Gebrakan Prabowo: Usai Copot 5 Menteri termasuk Sri Mulyani, Kirim Surat Terima Kasih Pribadi
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu