Anggota DPR lain dari Komisi yang sama juga menyambut positif usulan 1 orang 1 akun medsos ini. Menurut Farah Puteri Nahlia dari PAN, keamanan warga agar terhindar kejahatan di ruang digital harus jadi prioritas.
"Kita harus memutus rantai kejahatan ini dari akarnya, dan itu dimulai dengan meniadakan anonimitas yang disalahgunakan," ujar Farah (16/9/2025).
Dengan 1 orang hanya memiliki 1 akun media sosial, Farah yakin jika terjadi penipuan atau tindak kejahatan di ranah digital dapat mudah terlacak pelakunya.
Dengan menghubungkan setiap akun ke identitas tunggal, jejak digital pelaku kejahatan akan menjadi lebih jelas, menciptakan efek jera dan meningkatkan keamanan di dunia maya.
Sementara itu pihak Komdigi dalam hal ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria, sedang mengkaji usulan itu. Ia pun ini bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalisir konten negatif di media sosial.
"Kita lagi review itu, karena itu terkait juga dengan program Satu Data Indonesia," kata Nezar (14/9)
Menurut pengakuannya, Komdigi sedang mengkaji beberapa opsi untuk mengurangi hoax, upaya scamming hingga misinformasi. Termasuk opsi 1 akun untuk 1 nomor ponsel.
"Itulah yang mau kita kaji ada berapa nomor yang bisa dipakai, apabila kita punya satu akun itu lagi dikaji," ungkapnya
Suara Gen Z
Tak butuh waktu lama, usulan ini langsung menuai kritik tajam dari warganet. Di platform X (sebelumnya Twitter), banyak pengguna menyuarakan penolakannya.
Baca Juga: Golkar Usul Pengendalian Medsos Lewat SIM Card, Bukan Batasi Akun
Mereka berpendapat bahwa pemerintah seharusnya fokus pada akar masalah, seperti penegakan hukum yang lemah terhadap kejahatan siber, bukan malah membatasi hak digital warga.
Selain itu para pemilik second account yang kebanyakan adalah gen z pun mulai merasa khawatir terhadap usulan ini.
Di media sosial seperti X (sebelumnya Twitter), warganet menyuarakan protes mereka. Seperti yang terlihat dalam unggahan akun salam4jari.
"Hi para gen z, siap2 ya second account kalian akan hilang dalam waktu dekat," tulis akun itu dengan melampirkan tangkapan layar artikel usulan 1 orang 1 akun medsos (15/9/2025).
Warganet merasa pemerintah terlalu jauh masuk ke ranah privat. Argumen utamanya adalah, daripada mengorbankan privasi seluruh rakyat, lebih baik tingkatkan kapabilitas aparat penegak hukum untuk mengejar penjahat siber yang sesungguhnya.
"Ilangin akun-akun judol dulu aja gimana pak @/djedkomdigi ? lebih urgent itu," kata Devi***
"Sebelum second account dilarang, lebih baik second jabatannya yang dihilangkan dulu," komentar Sul***.
Muncul pula argumen bahwa banyak individu yang sah membutuhkan lebih dari satu akun untuk berbagai keperluan, yang sama sekali tidak terkait dengan aktivitas kriminal.
"Lah yang kerjanya perlu memisah akun profesional ama akun pribadi gimana nasibnya? Su** ini aturan. Nyerempet2 ama pemicu jurang nepal.." komentar Dar***
Mengapa Gen Z Punya Banyak Akun?
Di sinilah letak sudut pandang baru yang seringkali luput dari pertimbangan para pembuat kebijakan.
Bagi Generasi Z dan Milenial, memiliki banyak akun media sosial bukanlah anomali, melainkan sebuah kebutuhan untuk mengelola identitas digital yang kompleks.
Fenomena ini jauh dari niat kriminal, ini adalah tentang ekspresi diri dan segmentasi audiens.
Berdasarkan studi dan pengamatan budaya digital, berikut adalah alasan utama mengapa seseorang, terutama anak muda, memiliki banyak akun.
1. Akun Utama (Rinsta - Real Instagram)
Ini adalah etalase publik. Akun ini dikurasi dengan cermat untuk menampilkan citra diri yang ideal kepada dunia, termasuk keluarga, teman, dan calon atasan.
2. Akun Kedua (Finsta - Fake Instagram)
Dikhususkan untuk lingkaran pertemanan terdekat. Di sinilah mereka bisa menjadi diri sendiri, mengunggah konten yang lebih personal, lucu, atau bahkan rentan tanpa takut dihakimi oleh publik.
3. Akun Profesional
Banyak profesional muda memiliki akun terpisah untuk portofolio, jejaring karier, atau menjalankan bisnis sampingan. Mencampurnya dengan akun pribadi dianggap tidak profesional.
4. Akun Hobi (Fan Account/Community Account)
Digunakan untuk mendalami minat tertentu, seperti K-Pop, game, atau buku, tanpa harus "mengganggu" pengikut di akun utama mereka.
5. Akun Anonim untuk Privasi
Terkadang, seseorang hanya ingin berselancar di dunia maya, mengikuti isu tertentu, atau berkomentar tanpa harus menautkan identitas asli mereka, demi kenyamanan dan keamanan dari potensi perundungan.
Memaksakan satu akun untuk semua keperluan ini sama saja dengan meminta seseorang untuk menggunakan gaya bicara yang sama saat bersama teman, keluarga, dan atasan di kantor.
Hal ini tidak hanya membatasi, tetapi juga mengabaikan cara manusia modern berinteraksi dan membangun identitas di era digital.
Bagaimana menurut Anda? Apakah pembatasan satu akun per platform adalah langkah yang diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, atau justru sebuah kebijakan yang akan lebih banyak merugikan?
Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini!
Berita Terkait
-
Golkar Usul Pengendalian Medsos Lewat SIM Card, Bukan Batasi Akun
-
Heboh Akun Instagram Tunjukkan Gaya Flexing Pejabat dan Keluarganya, Asal-Usulnya Dipertanyakan
-
Di Balik Akun Anonim dan Ironi Perundungan di Ruang Digital
-
Menkeu Purbaya Punya Berapa Akun Instagram? Diduga Lenyap usai Anak Posting soal Agen CIA
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
KPK Pilih 'Rem Darurat', Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung
-
Kemhan Gembleng 35.476 Pengelola Koperasi Desa di Markas TNI, Ini Bocoran Materi Latsarmil 45 Hari
-
MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan
-
Bansos Aman! Gus Ipul Jamin Efisiensi Anggaran Tak Pangkas Bantuan Rakyat
-
Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat
-
'Disentil' Sahroni di DPR, KPK Langsung Naikkan Usulan Anggaran dari Rp762 M jadi Rp989 M
-
Legislator Gerindra 'Semprot' Komnas HAM: Sebut MBG Langgar HAM Itu Keliru!
-
Evaluasi Haji 2026 di Hambalang: Prabowo Minta Fasilitas Hotel Ditata, Ongkos Dipangkas
-
Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun
-
Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar