- Emak-emak demo di Mapolda Metro Jaya
- Massa dari aliansi perempuan indonesia (API) mendesak agar polisi segera membebaskan Delpedro Marhaen dkk.
- Polisi menahan Delpedro Marhaen karena dituding memprovokasi anak-anak dan pelajar untuk berbuat rusuh saat demonstrasi di Jakarta pada Agustus 2025 lalu.
Suara.com - Mapolda Metro Jaya pada hari ini mendadak dikepung massa dari kalangan emak-emak. Massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi unjuk rasa mendesak agar kepolisian membebaskan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen dan sejumlah aktivis lainnya tanpa syarat.
Delpedro dan sejumlah aktivis lain kini masih ditahan di Polda Metro Jaya lantaran dituding melakukan penghasutan sehingga memicu terjadinya kericuhan dalam aksi unjuk rasa akhir Agustus lalu.
Sejumlah wanita berdiri membelakangi gerbang Mapolda Metro Jaya yang menyerukan pembebasan sambil memegang poster para tahanan aksi, seperti Delpedro Marhaen (Direktur Lokataru), Muzaffar Salim (Lokataru), Syahdan Hussein (Admin Instagram Gejayan Memanggil), dan sejumlah poster lainnya.
Di depan mereka, bunga merah putih ditabur membentuk tulisan "Bebaskan Kawan Kami!!!". Selain itu, mereka juga menempel sejumlah poster berisi tuntutan di gerbang Mapolda.
Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB itu pun berakhir damai tanpa kericuhan hingga pukul 12.00 WIB. Para demonstran yang berjumlah kurang dari 10 orang itu pun mencabut poster-poster yang mereka tempelkan pada gerbang Mapolda Metro Jaya dan beranjak meninggalkan lokasi.
Keluarga Dibatasi Besuk Delpedro
Sebelumnya, Pengacara publik dari LBH Jakarta, Alif Fauzi Nurwidiastomo menyebut ada upaya pembatasan dari penyidik kepada orang-orang yang ingin membesuk Delpedro Marhaen di rutan Polda Metro Jaya. Pembatasan besuk itu disebut-sebut dialami oleh keluarga Delpedro.
“Kami mendorong agar Polda Metro Jaya tidak hanya membatasi kunjungan untuk keluarga. Publik dan rekan-rekan Delpedro seharusnya juga bisa dengan mudah menjenguk di rutan Polda Metro,” kata Alif saat mendampingi keluarga membesuk Delpedro di Polda Metro Jaya, Rabu (10/9).
Menurutnya, status tahanan Delpedro dan kawan-kawan bukan berarti menghilangkan hak mereka untuk mendapat dukungan.
Baca Juga: Djamari Chaniago Merapat ke Istana, Mendagri Tito Bocorkan Pelantikan Menko Polkam Baru
Dia menilai kesempatan membesuk sebaiknya tidak hanya diberikan kepada keluarga inti, melainkan juga kepada publik dan rekan-rekan sesama aktivis yang ingin memberikan dukungan.
"Tidak hanya Delpedro, tapi juga ada Khariq Anhar, Syahdan Hussein, dan juga Muzaffar Salim yang sama-sama ditahan di Rutan Polda Metro Jaya," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Djamari Chaniago Merapat ke Istana, Mendagri Tito Bocorkan Pelantikan Menko Polkam Baru
-
Bela Kepsek Roni, Publik Skakmat Walkot Prabumulih Imbas Video Klarifikasi: Basi Lu, Mundur Aja!
-
Pencopotan Kepsek Roni Dicap Hoaks, Pernyataan Walkot Prabumulih Arlan Janggal?
-
Pesaing Berat Mahfud MD di Kursi Menko Polkam? Rekam Jejak Mentereng Djamari Chaniago di Militer!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
-
Diduga Adu Kecepatan, 4 Fakta SUV Mewah Jetour T2 hangus Terbakar Usai Ditabrak BMW di Tol Jagorawi
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku