-
Kontras menyuarakan empat tuntutan dalam aksi peringatan satu bulan wafatnya Affan Kurniawan, termasuk mengusut pelaku pembunuhan 10 warga saat demo Agustus.
-
Mereka juga mendesak pembebasan tahanan politik serta meminta kepolisian memberikan informasi terkait peserta aksi yang masih hilang.
-
Selain itu, Kontras menyoroti perlunya pembenahan kebijakan publik yang dinilai belum berpihak pada masyarakat, khususnya soal ketimpangan ekonomi.
Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras) mengatakan, ada 4 tuntutan yang disuarakan dalam aksi peringatan satu bulan Affan Kurniawan.
Koordinator Kontras, Dimas Arya Bagus Saputra mengatakan, salah satu tuntutan yang mereka suarakan yakni segera tangkap dan adili pelaku pembunuhan terhadap 10 orang masyarakat sipil yang tewas dalam aksi demonstrasi bulan Agustus lalu.
“Hukum pelaku pembunuhan Afan dan juga sejumlah polisi-polisi yang terlibat dalam pembunuhan terhadap 10 orang yang meninggal ketika demonstrasi besar di Agustus Kelabu kemarin, tanggal 25 sampai 31,” kata Dimas, di Benhil, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Tak hanya pelaku pelaku pembunuhan, lanjut Dimas, para aktor intelektual dalam aksi penjarahan dan kerusuhan juga harus segera ditangkap. Lantaran sejak awal aksi tersebut merupakan aksi damai.
“Massa aksi yang melakukan demonstrasi adalah massa aksi damai, massa aksi yang tidak punya intensi apapun untuk merusak fasilitas umum fasilitas pemerintahan jadi kepolisian wajib menyingkap fakta-fakta dibalik kemudian perusuhan atau penunggangan aksi-aksi damai,” jelas Dimas.
Kemudian, lanjut Dimas, tuntutan dalam aksi peringatan tewasnya Affan Kurniawan ini sekaligus momentum meminta agar pihak kepolisian membebaskan semua tahanan dalam aksi kemarin.
Ia menilai, mereka yang ditangkap petugas merupakan tahanan politik. Seharusnya aparat tidak bisa menjerat para peserta aksi sebagai tersangka lantaran mereka dilindungi secara konstitusi.
“Menyampaikan pendapat di muka umum itu bukan tindak pidana, jadi mereka adalah tahanan politik karena ada konstruksi politik untuk mempersangkakan mereka,” tegas Dimas.
Sejauh ini, lanjut Dimas, masih banyak juga para peserta aksi yang hilang. Mereka tidak jelas keberadaannya. Salah satu peserta aksi yang belum ditemukan keberadaannya yakni Reno Syahputradewo.
Baca Juga: Kemal Palevi Ingin Ikut Demo, Tapi Sering Dilarang Istri
Pihak kepolisian diminta untuk memberikan informasi terkait sejumlah masyarakat yang hilang pasca aksi demonstrasi kemarin.
“Berikan informasi yang clear pada pihak keluarga korban dan terakhir, tuntutan kami semua adalah benahi tindakan dan juga benahi kebijakan-kebijakan publik dari negara yang tidak berpihak pada masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu kebijakan publik yang perlu dibenahi yakni soal ketimpangan ekonomi saat ini. Masih banyak masyarakat saat ini yang kesulitan mendapat pekerjaan secara layak.
“Masih banyak masyarakat yang kesusahan mengakses lapangan pekerjaan masih banyak pajak-pajak yang tinggi di sejumlah daerah,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Resmi Diluncurkan di Taiwan, BRImo Jadi Andalan BRI Layani Kebutuhan Finansial Diaspora Indonesia
-
Lukisan Mirip Seskab Teddy di Pintu KRL Bikin Publik Spekulasi Liar: Bakal Bacapres 2029?
-
Berasa Liburan ke Italia! Review Novel ROMA: Con Amore Karya Robin Wijaya
-
Hari Ini Terakhir! Dapatkan Promo Diskon Jam Tangan Spesial dari BRI
-
Forum Rakyat Pati Desak DPR Kawal RUU Perampasan Aset dan Ketegasan Aparat
-
Mantan Artis Cilik Raquel Lee Gugat Disney atas Dugaan Pelecehan Seksual di Studio
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Dorong Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Bupati Gowa Copot 16 Pejabat, Langkah Berani atau Blunder? Ini Respons BKN
-
BRI Perkuat Koneksi Finansial Indonesia-Taiwan melalui BRImo Taiwan
-
Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon Rp500 Ribu di outlet Wilson, Begini Caranya!