-
WNA Arab Saudi tewas dalam kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi.
-
Mobil korban melaju 130 km/jam sebelum menabrak kendaraan lain.
-
Kendaraan yang ditabrak korban melarikan diri dan kini diburu polisi.
Suara.com - Tragedi maut terjadi di Tol Jagorawi yang menuju ke arah Bogor pada Kamis (2/10/2025) dini hari.
Seorang warga negara asing (WNA) Arab Saudi, Ahmed Al Kahtani (27), tewas di lokasi kejadian setelah Honda HR-V yang dikendarainya menabrak kendaraan di depannya.
Bukti mengerikan dari kecepatan tinggi terungkap dari jarum speedometer yang 'terkunci' di angka 130 km/jam.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi, Kompol Ahmad Jajuli, menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.25 WIB di KM 34+200. Saat itu, Ahmed melaju dari arah Jakarta.
Kecepatan tinggi ini menjadi bukti kuat penyebab kecelakaan.
"Speedometer di titik terakhir terjadinya benturan menunjukkan angka 130 km/jam," ungkap Ahmad kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, kecepatan setinggi itu membuat Ahmed tidak memiliki waktu untuk bereaksi dan melakukan antisipasi, hingga akhirnya menabrak kendaraan di depannya yang justru langsung melarikan diri.
"Diperkirakan kecepatan tinggi menabrak kendaraan yang ada di depannya yang tidak tercatat identitasnya (kabur)," ujarnya.
Akibat benturan yang sangat keras, bagian depan Honda HR-V berwarna silver tersebut ringsek parah, seperti yang terlihat dalam dokumentasi di lokasi kejadian. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memburu kendaraan tak dikenal yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Avanza Kehabisan Bensin, Ditabrak Hilux di Tol Jagorawi: Satu Tewas, Dua Luka
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa