-
Video lama dosen Uncen Marinus Yaung kembali viral dan disalahpahami oleh banyak warganet.
-
Insiden itu terjadi pada 13 Juli 2020 saat webinar, ketika anaknya tanpa sengaja muncul di belakang kamera.
-
Marinus telah klarifikasi sejak 2020 dan melaporkan ratusan akun penyebar video dengan narasi fitnah.
Suara.com - Sebuah video lama yang menampilkan momen canggung dalam sebuah webinar kembali beredar dan viral di media sosial, memicu kehebohan dan kesalahpahaman di kalangan warganet.
Video tersebut merekam sesi diskusi daring yang menampilkan Dosen Universitas Cenderawasih (Uncen), Marinus Yaung, di mana sesosok perempuan tanpa busana tiba-tiba muncul di belakangnya.
Namun, di balik sensasi yang ditimbulkan, terdapat fakta dan konteks penting yang hilang.
Insiden ini sebenarnya terjadi lebih dari empat tahun lalu, tepatnya pada Senin, 13 Juli 2020. Saat itu, Marinus tengah menjadi pembicara dalam webinar serius yang bertajuk Mengapa Isu Papua Diinternasionalisasi.
Di tengah pemaparannya, seorang perempuan yang ternyata adalah putrinya sendiri yang masih kecil, tidak sengaja masuk ke dalam sorotan kamera tanpa mengenakan pakaian.
Meskipun video tersebut sudah pernah diklarifikasi tuntas pada 2020, kemunculannya kembali baru-baru ini sukses memancing reaksi negatif dari warganet yang tidak mengetahui cerita sebenarnya.
Banyak yang langsung berasumsi buruk tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Padahal, Marinus Yaung telah memberikan penjelasan lengkap tak lama setelah kejadian tersebut viral pertama kali.
Ia menegaskan bahwa sosok tersebut adalah anaknya yang tidak tahu jika ayahnya sedang melakukan siaran langsung.
Baca Juga: Berkeliling Ponpes Al Khoziny: Tiang Ajaib dan Desain Bangunan Disorot Sebelum Ambruk
Kasus ini bahkan sempat ia bawa ke ranah hukum karena banyaknya pihak yang menyebarkan video tersebut dengan narasi fitnah dan pencemaran nama baik.
Saat itu, Marinus menyatakan telah mendata ratusan akun yang akan ia laporkan ke pihak berwajib.
"Sampai hari ini sudah 302 orang yang akan saya laporkan dan belum ada yang minta maaf," tutur Marinus pada 2020 lalu, menunjukkan keseriusannya dalam melawan disinformasi.
Kini, saat video itu viral lagi, warganet yang lebih bijak dan mengetahui konteksnya segera memberikan peringatan di kolom komentar akun-akun yang mengunggah ulang.
Mereka berusaha meluruskan kesalahpahaman dan mengingatkan adanya potensi jerat hukum.
"Admin minta maaf sebelumnya, ini video sudah sangat lama. Cewek yang ada di dalam video itu bukan perempuan simpanan, itu anak perempuan dari bapa pdt. Marinus," terangnya.
"Beliau sudah klarifikasi. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, tolong di-take down videonya!! Atau mau dibawa ke jalur hukum (pencemaran nama baik)," sambung seorang warganet yang mengaku kerabat Marinus.
Komentar lain juga mengkritik admin pengunggah.
"Ini adminnya langsung telan mentah-mentahkah tanpa mikir postingannya yang bakalan dikomentari negatif tanpa tahu kebenaran yang sebenarnya," ujar warganet lainnya.
Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang literasi digital dan bahaya konten lama yang diunggah kembali tanpa konteks.
Sebuah momen privat keluarga yang tidak disengaja bisa berubah menjadi skandal publik akibat kecepatan penyebaran informasi yang tidak diimbangi dengan verifikasi.
Berita Terkait
-
Berkeliling Ponpes Al Khoziny: Tiang Ajaib dan Desain Bangunan Disorot Sebelum Ambruk
-
Diikat Warga saat Tertangkap, Viral Polisi Pura-pura Beli Tomat Jambret Kalung Pedagang!
-
Viral! Kisah Haru Raihan Diangkat Jadi Anak oleh Bunda Corla
-
Mulai Bebas Pungli? Gerbang Wisata Utama Cibodas Gratis Buat Wisatawan
-
Bongkar Modus Petugas SPBU Nakal, Minta Isi Rp50 Ribu yang Masuk Cuma Rp20 Ribu
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Aceh Berangsur Pulih, Dasco Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolir Pascabanjir
-
Mendagri Tito: 47 Kantor Pemerintahan di Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Pasca Terkubur Lumpur
-
Penertiban Trotoar Dimulai, Satpol PP DKI Sisir Belasan Lokasi Langganan Semrawut
-
PBB Sebut Israel Langgar Hukum! Ini Dampak Buruk Pencaplokan Tanah di Area C Bagi Warga Palestina
-
Intimidasi Tak Berhenti, Ini 7 Fakta Kronologi Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius
-
Masjid Gedhe Kauman Siapkan 1.500 Takjil Setiap Hari, Gulai Kambing Jadi Menu Wajib Tiap Kamis
-
Parkir Liar Merajalela di Tanah Abang, Rano Karno Janjikan 'Bersih-Bersih' Total dalam 3 Hari!
-
Kasus Koper Narkoba: Polri Akhirnya Bongkar Hubungan AKBP Didik dan Aipda Dianita!
-
Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB di New York, Bahas Krisis Palestina dan Board of Peace
-
BMKG Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem di Jabodetabek hingga 21 Februari