- Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi menyerahkan 200 nama calon pejabat kementeriannya kepada KPK
- Langkah proaktif ini bertujuan untuk memastikan integritas dan mencegah potensi masalah korupsi
- Nama-nama yang diajukan tidak termasuk level Direktur Jenderal dan berasal dari seleksi internal Ditjen PHU
Suara.com - Sebuah langkah preventif diambil oleh Kementerian Haji dan Umrah di bawah kepemimpinan Menteri Mochamad Irfan Yusuf. Tidak main-main, sekitar 200 nama yang diproyeksikan untuk mengisi pos-pos strategis di kementerian baru tersebut telah diserahkan langsung kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa secara mendalam latar belakang dan rekam jejaknya.
Langkah ini setelah pertemuan audiensi antara jajaran Kementerian Haji dan Umrah dengan pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Menteri Irfan menegaskan, penelusuran oleh KPK ini merupakan filter krusial untuk menjamin integritas para pejabat yang akan mengelola dana haji dan penyelenggaraan umrah.
“Tentu kami juga menyerahkan beberapa nama calon pejabat yang akan bergabung dengan Kementerian Haji untuk di-tracking supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari di Kementerian Haji,” kata Irfan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).
Lebih jauh, Irfan menjelaskan bahwa nama-nama tersebut mayoritas berasal dari lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang sebelumnya berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, para kandidat ini telah melalui seleksi internal sebelum akhirnya diserahkan kepada KPK sebagai tahap akhir verifikasi.
“Kita mengadakan memeriksa beliau mereka-mereka termasuk, apa namanya, integritas mereka, dan setelah kita dianggap lolos, kita serahkan ke KPK untuk di-tracking dengan track record mereka,” ujar Irfan.
Namun, Irfan memastikan bahwa daftar 200 nama tersebut tidak mencakup posisi eselon tertinggi seperti Direktur Jenderal (Dirjen).
Ia menyebut sumber rekrutmen para calon pejabat ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk dari internal badan haji dan kalangan akademisi.
“Dirjen-dirjen tidak, dirjen tidak. Kita ambilkan dari internal kita Badan Penyelenggara Haji dan ada satu yang dari kampus perguruan tinggi,” ucap Irfan.
Baca Juga: Soal Dugaan Kebocoran Anggaran Haji Rp 5 Triliun, Gus Irfan: Itu Masih Potensi
Meskipun telah menyerahkan 200 nama, Irfan mengakui bahwa jumlah tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan sumber daya manusia di kementeriannya.
Kekurangan formasi pejabat rencananya akan diisi dari kementerian dan lembaga pemerintah lainnya melalui proses seleksi yang sama ketatnya.
Berita Terkait
-
Soal Dugaan Kebocoran Anggaran Haji Rp 5 Triliun, Gus Irfan: Itu Masih Potensi
-
Menteri Haji dan Umroh 'Setor' 200 Nama Calon Pejabat ke KPK Sebelum Dilantik: Untuk Ditracking
-
Menteri Haji dan Umrah Serahkan 200 Nama Calon Pejabat ke KPK, Ada Apa?
-
Menteri Haji Sambangi Gedung KPK Usai Jumatan, Sinyal Baru Kasus Korupsi Kuota Haji?
-
Menteri Haji Gus Irfan Sambangi KPK, Apa yang Dibahas?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah