- Presiden Prabowo memanggil Kepala BGN Dadan Hindayana dan sejumlah menteri di Kertanegara untuk membahas MBG, pondok pesantren, dan ketahanan pangan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri koordinator, menteri, kepala badan, hingga petinggi Danantara. Pemanggilan anggota kabinet itu dalam rangka membahas sejumlah hal.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya foto rapat di akun Instagram @sekretariat.kabinet mengungkapkan apa saja yang menjadi pembahasan dalam rapat. Suara.com telah mendapat izin Teddy untuk mengutip pernyataanya tersebut.
Teddy mengonfirmasi rapat tersebut dilakukan di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2025).
"Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas perkembangan berbagai program, antara lain MBG, koperasi desa, kampung nelayan, ketahanan pangan dan energi, stimulus ekonomi dan berbagai program lainnya," kata Teddy.
Melalui rapat tersebut, Prabowo menegaskan kepada Kepala BGN Dadan Hindayana agar dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dilengkapi alat tes kit.
"Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat tes kit, yakni mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dilengkapi air hangat dan alat khusus untuk menghindari bakteri, dan penyediaan filter air bersih," tutur Teddy.
Selain soal MBG, Prabowo turut memberikan atensi terhadap infrastruktur pondok pesantren. Secara khusus, Prabowo meminta Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar melakukan pengecekan kekuatan struktur bangunan pesantren.
"Selanjutnya Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya. Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya," kata Teddy.
Selain Teddy, Dadan, dan Muhaimin atau Cak Imin, tampak sejumlah menteri lain yang turut hadir di Kertenagara, Minggu malam.
Baca Juga: Prabowo: Organisasi TNI yang Usang Harus Diganti Demi Kesiapan Nasional
Mereka di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Selanjutnya, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Plt Menteri BUMN yang juga COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya