-
Pegawai DJP viral dengan aksi “Tepuk Pajak” untuk mengajak Wajib Pajak aktivasi akun Coretax.
-
Video kampanye ini berisi jingle ceria dan panduan singkat aktivasi sistem perpajakan baru.
-
Aksi kreatif ini menuai pujian warganet dan jadi strategi baru sosialisasi kebijakan pemerintah.
Suara.com - Setelah viral Tepuk Sakinah yang diperagakan oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA), kini giliran para pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mencuri perhatian dengan aksi serupa yang diberi nama Tepuk Pajak.
Sebuah video singkat yang diunggah oleh salah satu unit Kantor Pelayanan Pajak (KPP) memperlihatkan tiga orang pegawainya dua pria dan satu wanita.
Mereka dengan kompak melakukan tarian dan menyanyikan jingle sederhana di lobi kantor.
Dengan latar belakang logo DJP yang khas, ketiganya mengajak masyarakat, khususnya Wajib Pajak (WP), untuk segera melakukan aktivasi akun Coretax.
"Aktivasi akun Coretax Wajib Pajak, sekarang! Jangan tunggu, jangan tunggu tahun depan," demikian penggalan lirik yang mereka nyanyikan dengan gerakan enerjik dan senyum ramah.
Video ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah kampanye sosialisasi yang cerdas dan mudah dicerna.
Pesan utamanya sangat jelas, jangan menunda aktivasi akun pada sistem perpajakan yang baru. Dalam liriknya, mereka juga memberikan alasan kuat mengapa aktivasi harus dilakukan sesegera mungkin.
"Tahun depan pasti rame, tahun depan pasti rame. Tahun depan lapor SPT," lanjut jingle tersebut.
Diiringi gerakan menunjuk ke kepala seolah mengingatkan bahwa kepadatan sistem dan antrean layanan sangat mungkin terjadi menjelang tenggat waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.
Baca Juga: Diantar Denny Sumargo, Ini 5 Momen Penting Pertemuan Nadya Almira dan Korban Kecelakaannya
Aksi ini seolah menjadi jawaban DJP atas tantangan sosialisasi kebijakan baru yang sering kali dianggap kaku dan sulit dipahami oleh masyarakat awam.
Coretax sendiri merupakan Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP), sebuah proyek besar untuk memodernisasi dan mengintegrasikan seluruh layanan pajak di Indonesia.
Dengan adanya sistem baru ini, seluruh Wajib Pajak diwajibkan melakukan aktivasi akun agar dapat mengakses layanan perpajakan ke depannya.
Video tersebut juga secara visual menampilkan antarmuka halaman login Coretax, lengkap dengan langkah-langkah yang harus diisi seperti ID Pengguna (NIK/NPWP), Kata Sandi, dan Captcha, membuatnya menjadi panduan mini yang praktis.
Pendekatan yang ringan dan menghibur ini sontak menuai beragam reaksi positif dari warganet.
Banyak yang memuji kreativitas pegawai DJP dalam menyampaikan informasi penting. Gaya sosialisasi yang merakyat ini dinilai jauh lebih efektif daripada metode konvensional yang cenderung formal.
Fenomena Tepuk Sakinah yang diikuti Tepuk Pajak ini menandakan pergeseran strategi komunikasi lembaga pemerintah.
Mereka kini sadar bahwa untuk menjangkau audiens yang lebih luas di era digital, konten yang kreatif, relevan, dan mudah viral adalah kunci keberhasilan.
Jadi, bagi Anda para Wajib Pajak, jangan hanya menikmati tariannya, segera aktivasi akun Coretax Anda sebelum tahun depan pasti rame
Berita Terkait
-
Diantar Denny Sumargo, Ini 5 Momen Penting Pertemuan Nadya Almira dan Korban Kecelakaannya
-
Puncak Kekecewaan Pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi, Jalanan Becek dan Dipenuhi Sayuran Busuk
-
Saingi Tepuk Sakinah, Kiky Saputri cs Bikin Tepuk Amanah Sindir Keras Anggota DPR RI
-
Dulu Banyak yang Antre, Jesselyn MasterChef Indonesia Umumkan Restorannya Ditutup
-
Potret Rumah Mewah dan Masjid Megah Ratu Dangdut Itje Trisnawati yang Terbengkalai
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru