- Tingkat keterisian atau okupansi kamar hotel di Indonesia masih mengalami penurunan.
- Okupansi hotel menurun drastis di Kalimantan Timur akibat proyek IKN mandek.
- Secara nasional, angka okupansi hotel selama Januari hingga Juni 2025 tercatat menurun 3,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Suara.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan bahwa tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel di Indonesia masih mengalami penurunan. Selain karena efisiensi anggaran pemerintah, melambatnya aktivitas industri swasta dan terhentinya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi penyebab utamanya.
Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menjelaskan bahwa penurunan ini tidak hanya disebabkan oleh pemerintah yang mengurangi kegiatan di hotel. Industri swasta, termasuk vendor-vendornya, juga turut memangkas anggaran perjalanan dan acara mereka akibat situasi ekonomi yang belum stabil.
"Ternyata industri itu juga mengurangi budget untuk 12 bulan... termasuk vendornya. Banyak yang mengurangi kunjungannya," kata Hariyadi di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Hariyadi secara khusus menyoroti Kalimantan Timur sebagai provinsi dengan penurunan okupansi paling drastis. Padahal, pada tahun 2023, Kaltim sempat menempati peringkat kedua okupansi hotel tertinggi setelah Bali.
Menurutnya, penyebab utama anjloknya okupansi di Kaltim adalah terhentinya pembangunan IKN.
"Karena IKN yang mandek. Enggak ada yang datang lagi," ucapnya.
Secara nasional, angka okupansi hotel selama Januari hingga Juni 2025 tercatat menurun 3,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hariyadi berharap angka ini bisa membaik pada paruh kedua tahun ini, terutama saat momen liburan akhir tahun.
"Paling tidak sama dengan tahun lalu, itu sudah bagus. Karena secara keseluruhan memang penurunannya cukup signifikan," kata Hariyadi.
Ia menambahkan, daerah-daerah wisata populer seperti Bali, Yogyakarta, Solo, dan Bandung diperkirakan masih memiliki tingkat okupansi yang stabil dan akan tetap menjadi favorit pada liburan akhir tahun.
Baca Juga: Macan Tutul yang Masuk ke Hotel Berhasil Dievakuasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
-
Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM
-
Survei UGM: 90,9% Masyarakat Puas Atas Penyelenggaraan dan Pelayanan Transportasi Libur Nataru
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri
-
Macet Parah di Grogol, Sebagian Layanan Transjakarta Koridor 9 Dialihkan via Tol
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah