-
BBC Indonesia luncurkan 'Aksi Kita Indonesia' untuk tingkatkan kepedulian lingkungan anak muda.
-
Riset tunjukkan anak muda kurang peduli lingkungan, jadi butuh strategi konten inovatif dan relevan.
-
Strategi BBC Media Action kaitkan isu lingkungan dengan budaya pop atau tren terkini seperti konser.
Suara.com - Dalam upaya menggerakkan kepedulian dan tindakan nyata terhadap isu lingkungan di kalangan generasi muda Indonesia, BBC Media Action Indonesia meluncurkan program 'Aksi Kita Indonesia'.
Strategi BBC Indonesia itupun diungkapkan di dalam acara Local Media Summit (LMS) 2025 yang digelar oleh Suara.com di Hotel Jw Marriot, Selasa (7/10/2025).
Jimmi Silitonga selaku Head of Production BBC Media Action Indonesia, membagikan pandangannya tentang bagaimana media dapat menjembatani jurang antara isu lingkungan yang kompleks dan minat anak muda yang dinamis.
Mulai dari 'Mengatasi Abai Lingkungan di Kalangan Anak Muda'. Jimmi Silitonga mengungkapkan bahwa target utama program ini adalah anak muda Indonesia, mulai dari usia belasan, 20-an, hingga 30-an tahun.
"Namun, riset awal menunjukkan adanya tantangan signifikan. Target kita anak muda Indonesia, kita ada aksi kita Indonesia tujuannya menanyakan ke anak muda soal isu lingkungan," jelas Jimmi.
"Ternyata dari riset anak muda tidak peduli soal lingkungan. Saya termasuk orang beruntung yang selalu diskusi, sebenarnya masih dibaca tidak sih? Mereka berpindah ke mana? Pertanyaan ini menjadi landasan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dan relevatif," sambungnya.
Untuk itu, BBC Media Action merumuskan tiga pilar utama dalam pendekatannya, yakni Share Informasi, dengan menyajikan data dan fakta lingkungan secara mudah dicerna.
Kemudian Trigger Diskusi, yakni memicu perbincangan mendalam tentang isu-isu kritis. Dan yang terakhir yakni Motivasi for Action adalah mendorong audiens untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga lingkungan.
Setelah serangkaian riset mendalam, BBC Media Action mengembangkan formula konten yang inovatif untuk memadukan isu lingkungan dengan minat anak muda.
Baca Juga: Media Lokal Didorong Jadi Rujukan Edukasi Regulasi Daerah
Formula ini mencakup lima elemen kunci isu lingkungan itu sendiri, their interest (minat audiens), shocking fact, trending topic dan Indonesia pride.
"Setelah melakukan riset akhirnya kita melakukan formula itu," imbuhnya.
Pendekatan ini ucap Jimmy, bertujuan untuk menyajikan informasi lingkungan yang tidak hanya mendidik tetapi juga menarik perhatian dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak muda.
Salah satu strategi yang paling menarik adalah mengaitkan isu lingkungan dengan fenomena budaya pop atau peristiwa yang sedang trending.
"Contohnya konser Musik dan Lingkungan. Ketika ada konser besar seperti Cold Play, tim mencari sudut pandang lingkungan. Nah bagaimana kita bercerita dari isu terkini seperti konser Cold Play kita cari isu lingkungannya mulai dari penggunaan air dan lainnya juga seperti kebersihan sampah," jelas Jimmi.
Hal ini tentu kata dia memungkinkan pesan lingkungan tersampaikan melalui medium yang sudah menarik perhatian jutaan anak muda.
Tag
Berita Terkait
-
Media Lokal Didorong Jadi Rujukan Edukasi Regulasi Daerah
-
GoTo Dorong Kolaborasi dengan Media Lokal untuk Edukasi Publik dan Pemberdayaan Daerah
-
Teror Bom Guncang 2 Sekolah Internasional di Tangerang, Polisi Buru Pengirim Pesan!
-
Unilever Berani Mengangkat Isu Sensitif, Kunci Keberlanjutan Media di Era Modern
-
Mau Kucurkan Dana Triliunan ke Bank Jakarta, Menkeu Purbaya: Jangan Sampai Saya Kasih Duit Panik
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi