- Yai Mim mengeskalasi konflik dengan membuat dua laporan baru untuk dugaan persekusi dan penistaan agama, yang menyeret 7 orang termasuk Sahara
- Laporan penistaan agama dipicu oleh insiden pembakaran sajadah milik istri Yai Mim
- Pihak Sahara, yang sebelumnya telah melaporkan Yai Mim atas pencemaran nama baik, menyatakan bahwa kasus ini merupakan delik aduan dan masih membuka kemungkinan untuk berdamai
Suara.com - Perseteruan antara mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Yai Mim alias Imam Muslimin, dengan pemilik akun TikTok @sahara_vibessss semakin memanas. Setelah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor, Yai Mim langsung membuat dua laporan baru yang mengejutkan, yakni dugaan persekusi dan penistaan agama, yang menyeret tujuh orang sekaligus.
Yai Mim mendatangi Polresta Malang Kota pada Selasa (7/10) untuk memberikan keterangan atas laporannya terhadap akun TikTok tersebut. Didampingi kuasa hukumnya, Agustian Siagian, ia membawa sejumlah barang bukti untuk memperkuat aduannya.
"Kita membawa bukti-bukti dari materi pemeriksaan atas pelaporan yang kita ajukan, jadi kita hari ini klien kita hadir sebagai kapasitas sebagai pelapor, atas pengaduan terhadap pemilik akun TikTok @sahara_vibessss," kata Agustian Siagian.
Pemeriksaan terhadap Yai Mim dan istrinya berlangsung intensif selama kurang lebih tiga jam. Menurut Agustian, penyidik melayangkan sekitar 30 pertanyaan untuk mendalami kasus tersebut.
"Pak Yai sudah diperiksa sekalian istrinya. Yai sudah selesai dua jam lalu (jam 2 siang). Total kurang lebih 30 pertanyaan diajukan," ujarnya.
Namun, agenda hari itu tidak berhenti pada pemeriksaan. Yai Mim mengambil langkah ofensif dengan membuat dua laporan polisi tambahan yang menyasar langsung pihak lawannya.
"Kemudian ada dua laporan tambahan, terkait persekusi dan tentang penistaan agama," tegas Agustian.
Laporan pertama terkait dugaan persekusi, di mana lebih dari lima orang dilaporkan, termasuk Sahara, suaminya, hingga perangkat lingkungan setempat seperti RT dan RW.
"Yang terkait Pasal Persekusi 167 lebih dari satu orang, kita kaitkan pasal 55, total 7 orang bisa berkembang, kita pasrahkan ke teman-teman penyidik," jelasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Perseteruan Yai Mim Vs Sahara: Bantah Tudingan Pelecehan, Berakhir Damai?
Laporan kedua yang tak kalah serius adalah dugaan penistaan agama. Insiden ini berpusat pada pembakaran sajadah milik istri Yai Mim yang terjadi di seberang rumahnya.
"Pembakaran sajadah milik Bu Ros istri Yai Mim, itu kejadian waktu salat istikharah, tiga nama dan akan berkembang. Dibakar di tanah pekarangan seberang rumah, menjalani salat malam diistikharaki, kejadian malam. Pascasalat di situ belum dibereskan dibakar kenapa kok di tanah orang," ungkap Agustian.
Di sisi lain, pihak Sahara, melalui kuasa hukumnya, Mohammad Zaki, menyatakan bahwa mereka juga telah melaporkan Yai Mim terlebih dahulu. Laporan tersebut mencakup dugaan pencemaran nama baik (Pasal 310 KUHP), fitnah (Pasal 311 KUHP), serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Menurut Zaki, Yai Mim dituduh telah mencemarkan nama baik bisnis rental mobil milik Sahara hingga menyebabkan kerugian finansial. Selain itu, ada juga dugaan pelecehan yang dilaporkan oleh Sahara. Meski begitu, pihak Sahara tidak menutup pintu untuk berdamai.
"Ini kan deliknya delik aduan. Delik aduan itu kan bisa dicabut, kalau memang para pihak bersepakat untuk berdamai. Kami tidak menutup opsi apa pun. Mau damai, mau lanjut (hukum) Kita ikuti," terang Zaki.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Yai Mim dan istrinya, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan.
Berita Terkait
-
5 Fakta Terbaru Perseteruan Yai Mim Vs Sahara: Bantah Tudingan Pelecehan, Berakhir Damai?
-
Bukan Yai Mim, Sahara yang Diduga Telah Pamer Video Intimnya dengan Pria Lain
-
Apa Hubungan Dedi Mulyadi dan Yai Mim? Turun Gunung Tangani Konflik dengan Sahara
-
Yai Mim Bantah Tudingan Dirinya Bernapsu, Sahara yang Sengaja Menggoda Pakai Baju Ketat
-
Dedi Mulyadi Turun Gunung Damaikan Yai Mim dan Tetangganya, Netizen Cari Gubernur Jatim
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Tuntut Kenaikan Upah 2026, Massa Buruh dari Jakarta dan Jabar Padati Kawasan Monas
-
Daftar Pengalihan Rute Transjakarta Selama Demo Buruh di Depan Istana
-
Geger Penyidik Geledah Kementerian Kehutanan, Kejagung Membantah: Cuma Pencocokan Data
-
Belum Juga Tetapkan Tersangka Kasus Haji, Apa Alasan KPK?
-
Adhi Karya Klaim Masih Dibahas, Pemprov DKI Tetap Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Pekan Depan
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Kapan? Prediksi Jadwal dan Persyaratan
-
Rem Blong di Tanjakan Flyover Ciputat, Truk Tronton Tabrak Truk hingga Melintang
-
BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan
-
Bukan Digeledah! Kejagung Ungkap Alasan Sebenarnya Sambangi Kantor Kemenhut
-
Gelar RDPU di Masa Reses, Komisi III Serap Masukan Pakar Terkait Reformasi Polri hingga Kejaksaan