- Pelaku bernama Heryanto (27) mengaku membunuh pegawai minimarket, Dina Oktaviani (20), karena motif ekonomi
- Perhiasan korban yang terdiri dari kalung dan cincin berhasil dijual seharga Rp4 juta, sementara motornya disembunyikan
- Polisi mengonfirmasi pelaku juga melakukan pemerkosaan terhadap korban sebelum mengambil barang-barangnya
Suara.com - Fakta baru yang mengerikan terungkap dari kasus pembunuhan sadis terhadap Dina Oktaviani (20), seorang pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum. Pelaku, Heryanto (27), mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena terdesak kebutuhan ekonomi, lalu menjual perhiasan hasil rampasannya hanya seharga Rp4 juta.
Pengakuan ini terungkap saat Heryanto ditangkap dan diinterogasi oleh pihak kepolisian. Dengan gamblang, ia merinci barang-barang berharga milik korban yang ia gasak setelah melakukan aksi kejinya di kawasan Tol Cipularang.
"Perhiasan pak. Ada anting, kalung, cincin," kata Heryanto dalam video penangkapan yang beredar, Kamis (9/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa perhiasan tersebut dijual tanpa surat-surat dan laku dengan total nilai Rp4 juta. Namun, tidak semua barang berhasil diuangkan. Heryanto mengaku membuang anting korban karena ternyata imitasi dan tidak laku dijual.
"Enggak pakai surat, dapat Rp 4 juta. Cuma itunya imitasi saya buang, antingnya," kata Heryanto.
Selain perhiasan, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban. Kendaraan tersebut belum sempat dijual dan sengaja disembunyikan di sebuah rumah kosong untuk menghilangkan jejak.
"Diumpetin rumah kosong, rumah orang," ujarnya, seraya meyakinkan polisi bahwa motor itu masih berada di lokasi persembunyiannya.
"Yakin masih di situ," sambungnya.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa motif utama pelaku adalah perampokan yang disertai dengan kekerasan seksual. Sebelum merampas harta benda korban, pelaku terlebih dahulu melakukan tindakan asusila.
Baca Juga: Pengakuan Heryanto Cekik Mati Dina Oktaviani: Dari Curhat, Berakhir karena Tergiur Motor dan HP
"Setelah itu, pelaku menyetubuhi korban dan mengambil barang-barang milik korban," kata Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
Kasus yang awalnya ditangani oleh Polres Karawang ini akan segera dilimpahkan ke Polres Purwakarta. Keputusan ini diambil karena lokasi utama tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan terjadi di wilayah hukum Polres Purwakarta, tepatnya di sekitar rest area KM 72A.
"Dikarenakan lokasi kejadian awal tindak pidananya berada di wilayah hukum Purwakarta, untuk tersangka beserta barang bukti akan kita limpahkan ke Polres Purwakarta," pungkas Ipda Cep Wildan.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah warga Desa Curug, Karawang, digegerkan dengan penemuan jasad wanita yang mengambang di Sungai Citarum.
Setelah diidentifikasi, korban diketahui adalah Dina Oktaviani, yang bekerja di sebuah minimarket. Pelaku, Heryanto, akhirnya berhasil ditangkap di tempat kerjanya di Purwakarta dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Berita Terkait
-
Pengakuan Heryanto Cekik Mati Dina Oktaviani: Dari Curhat, Berakhir karena Tergiur Motor dan HP
-
Laku Keji Heryanto Cekik Dina Oktaviani hingga Tewas, Lalu Jasadnya Disetubuhi, Harta Dirampas
-
Kronologi Lengkap Pembunuhan Dina Oktaviani: Dicekik Atasan, Jasad Dibuang dalam Kardus
-
Isi Curhat Asmara Dina Oktaviani Sebelum Tewas Dibunuh Atasan yang Dipercaya
-
7 Fakta Pembunuhan Sadis Dina Oktaviani: Pelaku Rekan Kerja, Terancam Hukuman Mati
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
5 Tips Membuat Itinerary Liburan Hemat Budget untuk Backpacker
-
Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!