- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tengah mengirim tim khusus ke India untuk mempelajari teknologi PLTS.
- Menurut Bahlil India berhasil membangun PLTS dengan biaya produksi hanya 3 sen Dolar AS per kWh.
- Angka ini jauh lebih murah dibandingkan biaya di Indonesia yang masih berkisar antara 6 hingga 7 sen per kWh.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan tengah mengirim tim khusus ke India. Tujuannya adalah untuk mempelajari teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diklaim mampu menghasilkan listrik dengan biaya sangat murah, yang jika berhasil diterapkan akan mendukung program ambisius pemerintah untuk membangun 1 MW PLTS di setiap desa.
Bahlil menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, India berhasil membangun PLTS dengan biaya produksi hanya 3 sen Dolar AS per kWh. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan biaya di Indonesia yang masih berkisar antara 6 hingga 7 sen per kWh.
"Di India, saya baca salah satu media, ini ada pembangunan PLTS 220 megawatt dengan biaya hanya 3 sen," kata Bahlil dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2025, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Ia menegaskan, jika informasi tersebut valid, maka ini bisa menjadi terobosan bagi Indonesia.
"Saya lagi mengirim tim untuk mengecek di sana. Kalau itu benar, maka saya pikir ini sebuah hal yang juga bisa kita elaborasi untuk bisa kita lakukan," ujarnya.
Target Ambisius: 1 MW Solar per Desa
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 1 megawatt (MW) PLTS di setiap desa. Dengan total sekitar 80.000 desa di Indonesia, potensi energi yang bisa dihasilkan mencapai 80.000 MW atau 80 gigawatt (GW).
"Bahkan dalam arahan Bapak Presiden dibutuhkan kurang lebih sekitar 80 sampai 100 gigawatt," ujar Bahlil.
Untuk merealisasikan target besar tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan pihak swasta.
Baca Juga: Indonesia-Singapura Godok Task Force untuk Realisasikan Ekspor Listrik dan CCS
"Potensi ini akan kita lakukan dengan berkolaborasi dengan teman-teman investor, baik yang dari dalam negeri maupun luar negeri," kata Bahlil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi