- Indonesia memiliki kapasitas terpasang listrik panas bumi sebesar 2.744 megawatt (MW).
- Indonesia hanya berada di bawah Amerika Serikat yang memiliki 3.937 MW listrik dari panas bumi.
- Bahlil juga akan mempercepat izin pengembangan PLTP dari setahun menjadi 3 bulan.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menargetkan penambahan kapasitas listrik dari panas bumi sebesar 500 mega watt (MG) pada 2027.
Dalam pidatonya pada agenda Indonesia Internasional Sustainability Forum Bahlil mengungkap ambisinya untuk membawa Indonesia mengalahkan Amerika Serikat sebagai penghasil listrik panas bumi terbesar di dunia.
"Indonesia salah satu negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam energi terbarukan yang tidak kalah dengan negara lain. Panas bumi, contohnya, kita nomor dua di dunia. Nomor pertama di Amerika. Target kami 2027, kami akan menghasilkan kurang lebih sekitar 500 MW dari panas bumi," kata Bahlil di JCC, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Sebagai negara produsen listrik panas bumi terbesar kedua dunia, Indonesia memiliki kapasitas terpasang sebesar 2.744 megawatt (MW). Indonesia hanya berada di bawah Amerika Serikat yang memiliki 3.937 MW listrik dari panas bumi.
Selain itu Bahlil juga mengatakan akan mempercepat izin pengembangan PLTP, dari yang biasanya membutuhkan durasi setahun menjadi tiga bulan.
“Panas bumi itu izinnya bisa sampai 1 tahun enggak selesai-selesai. Tetapi, sekarang kami sudah mulai ubah, cukup tiga bulan sudah selesai,” kata dia.
Pemangkasan durasi tersebut ditempuh melalui penyederhanaan regulasi, penyederhanaan proses tender, dan hal lain.
Bahlil juga merinci sejumlah sumber energi terbarukan yang potensial, selain panas bumi. Contohnya seperti angin dan laut. Dia pun mengungkap hingga 2025, dari 100.000 megawatt total energi yang dihasilkan, 14-15 di persen di antaranya bersumber dari energi terbarukan.
"Nah, ke depan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2025 sampai dengan 2034 kita mengalokasikan 69,5 giga watt untuk energi terbarukan," ujar Bahlil.
Baca Juga: IEU-CEPA Disepakati, Uni Eropa Lirik Industri F&B hingga Energi Terbarukan Indonesia
Untuk itu Bahlil berharap, negara sahabat maupun investor dari luar negeri untuk tidak meragukan komitmen Indonesia dalam upaya mendorong energi terbarukan.
"RUPTL kita sudah sahkan. Silahkan sekarang ikut mengambil bagian. Kita mengundang investor untuk masuk. Kita mendorong karena energi baru terbarukan ini lokasinya di daerah-daerah yang memang jaringannya belum ada." tutup Bahlil.
Berita Terkait
-
Bahlil Akui Bahas Tambang dengan Muhammadiyah: Sedikit Saja
-
Bahlil Izinkan Rakyat Kelola 45 Ribu Sumur Minyak: Dorong Kemandirian Daerah
-
Kementerian ESDM Tunggu Hasil Audit Sebelum Tindak Lanjuti Insiden GBC
-
Indonesia Tambah Kepemilikan Saham Freeport, Bayar atau Gratis?
-
Bahlil Bertemu Purbaya, Tagih Pembayaran Kompensasi Listrik dan BBM
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK