- Wisata malam di Taman Margasatwa Ragunan mendapat antusiasme tinggi, namun sejumlah pengunjung mengeluhkan minimnya penerangan di area kebun binatang.
- Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, menyebut pihaknya akan mengevaluasi fasilitas tersebut tanpa mengganggu satwa yang sensitif terhadap cahaya.
- Selain penerangan, pengelola juga berencana menambah armada kendaraan buggy car untuk menunjang mobilitas pengunjung di malam hari.
Suara.com - Wisata malam di Taman Margasatwa Ragunan tengah menjadi sorotan setelah dibuka untuk umum pekan ini. Meski disambut antusias, sejumlah pengunjung mengeluhkan minimnya penerangan di area kebun binatang saat malam hari.
Menanggapi hal itu, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas penerangan di kawasan wisata malam tersebut.
“Oh iya itu akan kami evaluasi,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (13/10/2025).
Namun, Bambang menyebut penambahan lampu di area Ragunan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, sebagian satwa di kawasan tersebut merupakan jenis diurnal, atau satwa yang aktif pada siang hari.
Terlalu banyak cahaya di malam hari justru dapat mengganggu ritme alami mereka.
“Salah satunya itu. Satwa yang berada di situ sebagian terganggu dengan intensitas cahaya yang berlebihan. Karena sebagian satwa bersifat diurnal (aktif di siang hari),” ujar Bambang.
Menurutnya, keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan satwa harus tetap dijaga. Karena itu, jika nantinya ada penambahan penerangan, lokasinya akan dibatasi pada area tertentu.
“Ya kalau mau tambahkan di lokasi piknik saja,” sambungnya.
Selain penerangan, Bambang menyebut pengelola juga akan mengevaluasi jumlah kendaraan yang beroperasi di dalam kawasan Ragunan pada malam hari.
Baca Juga: Berkah Pedagang Makanan di Wisata Malam Ragunan, Omzet Mencapai Rp 4 Juta!
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat kebutuhan armada tambahan perlu segera dipenuhi.
“Karena peminatnya sangat banyak, kendaraan buggy car perlu ditambahkan. Saat ini ada enam unit yang beroperasi,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!