- KPK mengakui adanya kesalahan informasi terkait jadwal pemeriksaan eks Dirut Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, yang ternyata sudah diperiksa seminggu lebih awal dari yang diumumkan
- Pemeriksaan ini adalah bagian dari pengembangan kasus korupsi kerja sama pengolahan anode logam yang merugikan negara sebesar Rp100,7 miliar
- Kasus ini sebelumnya telah memenjarakan mantan manajer Antam, Dody Martimbang, dan kembali menjerat Dirut PT Loco Montrado, Siman Bahar
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan setelah mengumumkan jadwal pemeriksaan yang keliru terhadap mantan Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam), Arie Prabowo Ariotedjo.
Sang mantan Dirut ternyata telah diperiksa seminggu lebih awal dari tanggal yang diumumkan ke publik, memicu pertanyaan terkait penanganan kasus korupsi pengolahan anode logam yang merugikan negara hingga Rp100,7 miliar.
KPK awalnya merilis jadwal pemeriksaan Arie Prabowo Ariotedjo pada Selasa, 14 Oktober 2025. Namun, belakangan terungkap bahwa pemeriksaan tersebut sebenarnya sudah dilakukan pada 7 Oktober 2025.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengakui adanya kesalahan informasi tersebut. Ia menyebut penjadwalan ulang ini baru terkonfirmasi setelah jadwal semula terlanjur beredar.
“Mohon maaf baru terinfo karena jadwal pemeriksaan memang seharusnya hari ini (Selasa 14/10),” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, dilansir Antara, Selasa (14/10/2025).
Ketika didesak mengenai alasan keterlambatan pengumuman perubahan jadwal, Budi kembali menegaskan bahwa agenda resmi yang tercatat adalah tanggal 14 Oktober.
“Memang enggak ada di jadwal pemeriksaan karena penjadwalan pemeriksaannya harusnya hari ini (Selasa 14/10),” katanya. Menurut Budi, Arie Ariotedjo telah hadir memenuhi panggilan penyidik di Gedung Merah Putih KPK pada 7 Oktober 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Di tengah kejanggalan jadwal ini, KPK tetap melanjutkan penyidikan dengan memanggil tiga saksi lain pada Selasa (14/10). Mereka adalah Agus Zamzam Jamaluddin (AZJ), mantan Direktur Operasi Antam; Ariyanto Budi Santoso (ABS), seorang Business Management Lead Specialist; dan Arum Rachmanti (AR), selaku Product Inventory Control Work Unit Head.
Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi kerja sama pengolahan anode logam antara PT Antam Tbk. dengan PT Loco Montrado. Perkara ini sebelumnya telah menjerat mantan Manajer Umum Unit Bisnis Pemurnian dan Pengolahan Logam Mulia PT Antam, Dody Martimbang, yang telah divonis 6 tahun 6 bulan penjara.
Baca Juga: Tanpa Alasan Jelas, KPK Ungkap 2 Saksi Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina Kompak Mangkir
Selain Dody, penyidik KPK juga pernah menetapkan Direktur Utama PT Loco Montrado, Siman Bahar, sebagai tersangka. Namun, status tersangka Siman sempat dibatalkan setelah ia memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tak menyerah, KPK kembali menetapkan Siman Bahar sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Total kerugian keuangan negara yang dihitung dalam skandal korupsi ini mencapai angka fantastis, yakni Rp100,7 miliar.
Berita Terkait
-
Diam-diam Periksa Ayah Eks Menpora Dito Ariotedjo, KPK Minta Maaf Baru Umumkan Hari Ini, Mengapa?
-
Tanpa Alasan Jelas, KPK Ungkap 2 Saksi Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina Kompak Mangkir
-
KPK Ungkap Korupsi JTTS Direncanakan Bintang Perbowo Jauh Sebelum Jadi Bos Hutama Karya
-
'Mangkir Berjamaah?' 4 Saksi Korupsi Digitalisasi SPBU Kompak Absen dari Panggilan KPK
-
Bantah Ditanya 'Uang Haram' Korupsi Haji, Anggota DPRD Mojokerto Beberkan Ini Usai Diperiksa KPK
Terpopuler
- 8 Sepatu Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan!
- Cek Fakta: Jokowi Resmikan Bandara IMIP Morowali?
- Ramalan Shio Besok 29 November 2025, Siapa yang Paling Hoki di Akhir Pekan?
- 7 Rekomendasi Sepatu New Balance Diskon 70 Persen di Foot Locker
- 3 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Terbaik Diskon 70 Persen di Foot Locker
Pilihan
-
Kids Dash BSB Night Run 2025 Jadi Ruang Ramah untuk Semua Anak: Kisah Zeeshan Bikin Terharu
-
Profil John Herdman, Pesaing Van Bronckhorst, Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
Info A1! Orang Dekat Giovanni van Bronckhorst Bongkar Rumor Latih Timnas Indonesia
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
Terkini
-
Sadis! Komplotan Perampok di Tangsel Keroyok Korban, Disekap di Mobil Sambil Dipaksa Cari Orang
-
AHY Pimpin Penyelamatan Korban Banjir Sumatra, Ungkap Penyebabnya Topan Tropis Langka
-
PBNU Makin Panas, Wasekjen Sebut Pemecatan Gus Yahya Cacat Prosedur: Audit Belum Selesai
-
Tangis Ira Puspadewi Kenang Gelapnya Kamar Penjara: Dihindari Teman, Cuma Bisa Ngobrol Sama Tuhan
-
Legislator Nasdem Minta Gelondongan Kayu Pasca-banjir Sumatera Diinvestigasi
-
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Dunia Jadi 442 Orang
-
Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya
-
Tragedi Banjir Aceh: Korban Tewas Jadi 96 Orang, 113 Hilang, Puluhan Ribu Keluarga Mengungsi
-
Momen Emosional Ira Puspadewi di Acara Syukuran Usai Bebas Penjara: Ini Mimpi Enggak Ya?
-
Saat Kurir Jatuh, Siapa yang Menolong? Ketika BPJS Ketenagakerjaan Jadi Penolong Pekerja Informal