- Ratusan pengusaha dan karyawan tempat hiburan malam menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta.
- Mereka menolak keras rencana larangan total merokok di tempat hiburan yang tertuang dalam Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
- Wakil Ketua Asphija mengatakan larangan merokok di tempat hiburan, restoran, dan kafe akan menimbulkan efek domino yang merugikan.
Suara.com - Ratusan pengusaha dan karyawan tempat hiburan malam menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa (14/10/2025). Mereka menolak keras rencana larangan total merokok di tempat hiburan yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Massa aksi membentangkan berbagai spanduk bernada protes, seperti "Bukan Asap Rokok yang Bahaya, Tapi Pasal-pasal yang Mengekang Kebebasan" dan "Baru Sehat dari Pandemi malah Dibuat Sakit".
Humas Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Puri, menegaskan bahwa para pengusaha siap diatur, tapi menolak aturan yang justru berisiko mematikan usaha dan menghilangkan lapangan kerja bagi ribuan orang.
"Kami bukan anti-aturan. Kami siap diatur, asal jangan dimatikan. Jangan sampai tempat hiburan dianggap musuh masyarakat, padahal kami pekerja yang juga bayar pajak," ujar Puri dalam orasinya.
Ancaman PHK Massal dan Usulan Zona Khusus Merokok
Wakil Ketua Asphija, Gea, menambahkan bahwa larangan total merokok di tempat hiburan, restoran, dan kafe akan menimbulkan efek domino yang merugikan. Menurutnya, di tengah kenaikan pajak hiburan sebesar 40 persen, kebijakan ini bisa mematikan banyak usaha.
"Kalau dilarang merokok sama sekali, pengunjung bisa berkurang drastis. Akibatnya, pekerja hiburan kena imbas PHK besar-besaran," katanya.
Gea menilai, solusi yang lebih masuk akal adalah menyediakan zona khusus merokok (smoking area), bukan menerapkan larangan total.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, memastikan bahwa pembahasan Raperda KTR masih panjang dan akan melibatkan seluruh pihak, termasuk perwakilan dari industri hiburan.
Baca Juga: Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Rp1.500, Begini Respons DPRD DKI
"Mereka khawatir karena belum ada komunikasi yang jelas. Kami pastikan pansus dan Bapemperda akan membuka ruang dengar pendapat agar semua aspirasi terserap," ujar Yuke.
Politisi PDIP itu menegaskan, tujuan utama Raperda ini adalah untuk menyeimbangkan kepentingan kesehatan publik dengan keberlangsungan ekonomi.
"Tidak ada niat untuk mematikan sektor hiburan. Pemerintah dan DPRD harus cari titik temu agar pelaku usaha tetap hidup, tapi hak masyarakat non-perokok juga terlindungi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Oknum Pejabat Madiun Tertangkap Kamera Asyik Main Kartu Virtual saat Rapat Paripurna di DPRD
-
Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
-
Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
-
ENHYPEN Hadiri Panel Vampir di San Diego Comic-Con 2026 Lewat DARK MOON
-
Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Diusulkan Didiskualifikasi