- DBH DKI dipangkas Rp15 triliun, dari Rp26 T jadi Rp11 T.
- APBD 2026 berpotensi turun drastis ke Rp78–79 triliun.
- Pemprov siapkan creative financing, DPRD konsultasi dengan Kemendagri.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta menghadapi tekanan fiskal serius usai pemerintah pusat memangkas dana bagi hasil (DBH) yang ditransfer ke ibu kota.
Dari semula Rp26 triliun, alokasi DBH kini hanya tersisa Rp11 triliun, artinya ada pemotongan sekitar Rp15 triliun yang berpotensi mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pihaknya tetap harus siap dalam kondisi apapun.
Ia menyebut jajaran Pemprov akan menyesuaikan prioritas pembangunan setelah kepastian resmi dari Kementerian Keuangan keluar.
“Bagi Jakarta, tentunya dalam kondisi apapun kami tetap harus mempersiapkan diri yang terbaik untuk membangun dan memperbaiki Jakarta ini,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Pramono menambahkan, bila pemotongan DBH benar terjadi, Pemprov DKI perlu mencari alternatif pembiayaan agar program pembangunan tetap berjalan.
"Kalau memang ada pemotongan DBH, tentunya harus ada inovasi untuk pembiayaan. Harus ada creative financing yang dilakukan. Kami di Balai Kota segera duduk mempersiapkan mana-mana yang akan menjadi prioritas pembangunan di Jakarta,” jelasnya.
APBD Bisa Turun ke Rp78 Triliun
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengonfirmasi adanya pemangkasan DBH dan menyebut kondisi ini akan sangat memengaruhi rencana yang telah disusun bersama Pemprov.
Baca Juga: DPRD DKI Kaget Dana Transfer Pusat ke Jakarta Dipangkas, APBD 2026 Terancam Turun
“DBH kita akan berubah sekitar Rp15 triliun, yang tersisa Rp11 triliun. Tentu ini akan mengubah postur angka yang sangat signifikan perubahannya sementara kita sudah MoU KUA-PPAS, sudah (menyusun) RKA (rencana kerja anggaran),” katanya.
Padahal, DPRD dan Pemprov DKI sebelumnya telah menyepakati APBD 2026 sebesar Rp95,35 triliun, naik 3,8 persen dari APBD 2025 senilai Rp91,86 triliun.
Namun dengan pemangkasan transfer pusat, nilai APBD diperkirakan bisa anjlok tajam.
“Karena kita sudah MoU dengan angka Rp95,3 triliun. Kalau kita melihat DBH hari ini, (APBD 2026) kita sekitar Rp78 triliun atau Rp79 triliun. Jadi sangat jauh perubahannya,” ucap Khoirudin.
Khoirudin menambahkan, kondisi ini menimbulkan kebingungan bagi DPRD dan Pemprov DKI dalam menyusun ulang APBD.
Pihaknya berencana berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menentukan langkah lanjutan.
“Kita harus berkonsultasi dengan Kemendagri. Apa yang harus kita lakukan kita tidak boleh menerka-menerka, tidak boleh melangkah sendiri tanpa panduan. Kalau regulasinya belum ada, saya akan bersurat juga eksekutif akan bersurat apa yang harus kita lakukan,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI
-
Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik