- Buntut nonaktifkan Kepsek, akun Instagram Gubernur Banten, Andra Soni diserbu ribuan komentar pedas netizen.
- Warganet menilai kebijakan Gubernur Banten membela siswa perokok dan melemahkan wibawa guru.
- Netizen ramai-ramai kutip Permendikbud dan UU Kesehatan untuk pertanyakan keputusan Gubernur.
Suara.com - Kebijakan Gubernur Banten Andra Soni yang menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga berbuntut panjang hingga ke ranah digital.
Akun Instagram resmi sang gubernur, @andrasoni12, kini dibanjiri ribuan komentar pedas dan kritik tajam dari warganet yang tidak setuju dengan keputusan penonaktifan Kepala SMAN 1 Cimarga tersebut.
Serangan verbal ini merupakan reaksi publik atas keputusan yang dianggap terlalu cepat dan tidak berpihak pada penegakan disiplin di sekolah.
Netizen secara massal menyuarakan dukungannya kepada kepala sekolah yang dinilai hanya menjalankan tugasnya dalam mendisiplinkan siswa yang kedapatan melanggar aturan larangan merokok.
Kolom komentar di berbagai unggahan akun Instagram Gubernur Banten sontak berubah menjadi forum diskusi publik.
Mayoritas warganet mempertanyakan dasar kebijakan tersebut dan menilainya sebagai preseden buruk bagi dunia pendidikan.
Mereka khawatir, keputusan ini akan membuat para guru lain menjadi takut untuk menegakkan aturan di kemudian hari.
Berikut adalah beberapa komentar pedas warganet yang berhasil dirangkum dari tangkapan layar di akun Instagram Gubernur Banten:
Banyak warganet yang secara sarkas menanyakan apakah kebijakan ini berarti melegalkan aktivitas merokok di lingkungan sekolah.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Penamparan Siswa SMAN 1 Cimarga Berujung Penonaktifan Kepsek dan Kritik Keras
"Jadi kalo ngerokok di sekolah itu boleh pak?" tulis akun @nengamiinah97. "Oh ini Gubernur yang menormalisasi merokok di sekolah itu.. Anda keren banget lho pak.. Salut saya..," timpal akun @butankmilah.
Tidak sedikit pula yang mengingatkan gubernur mengenai peraturan perundang-undangan yang berlaku, menunjukkan bahwa kepala sekolah bertindak sesuai koridor hukum.
"Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015: Menetapkan bahwa sekolah adalah kawasan tanpa rokok untuk seluruh warga sekolah, termasuk guru dan murid. ; Undang-Undang Kesehatan: Pasal 437 ayat (2) UU Kesehatan menyebutkan bahwa individu yang melanggar kawasan tanpa rokok dapat dikenai pidana denda maksimal Rp50 juta," jelas akun @fiki_muchamad27 yang komentarnya disukai ratusan pengguna lain.
Rasa frustrasi publik juga terlihat dari seruan untuk menarik perhatian pejabat yang lebih tinggi, dengan menandai akun Presiden, Wakil Presiden, hingga Kementerian Pendidikan.
"Hallo bapa @andrasoni12 Kepsek sedang menjalankan tugasnya untuk mendisiplinkan agar siswa-siswi sekolah, baiklah kita akan ramaikan di medsos, mohon bapa2 yg terhormat atensinya agar melindungi Kepsek SMAN 1 Cimarga @prabowo @gibran_rakabuming @kdm_jawabarat @kemendikdasmen," tulis akun @affanusa.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang komentar di akun Instagram Gubernur Banten terus berdatangan, menunjukkan bahwa keputusan menonaktifkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga telah menjadi isu publik yang sensitif dan memicu perdebatan luas tentang keadilan dan penegakan disiplin di dunia pendidikan Indonesia.
Berita Terkait
-
5 Fakta Kasus Penamparan Siswa SMAN 1 Cimarga Berujung Penonaktifan Kepsek dan Kritik Keras
-
5 Fakta Terbaru Kasus Kepsek SMAN 1 Cimarga Tampar Murid Merokok, Kini Dinonaktifkan
-
Ratusan Siswanya Masih Mogok Sekolah, Ini yang Dilakukan Pihak SMA Negeri 1 Cimarga
-
Kepsek Tampar Siswa, Siswa SMAN 1 Cimarga 'Pindah' ke Sekolah Online: Belajar dari Rumah
-
Hari Kedua, SMAN 1 Cimarga Putar Otak Hadapi Aksi Mogok Belajar Imbas Kepsek Tampar Siswa Merokok
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK