- Badan Gizi Nasional (BGN) disebut telah menyajikan makanan yang tidak sesuai standar gizi anak sekolah.
- Seharusnya pemerintah mampu memastikan bahwa menu dalam program MBG benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi.
- MBG seolah hanya memperkenalkan makanan asing seperti pizza dan burger yang justru tergolong junk food.
Suara.com - Sejumlah elemen organisasi masyarakat yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia mengkritik keras pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai program tersebut melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyajikan makanan yang tidak sesuai standar gizi anak sekolah.
Koordinator Suara Ibu Indonesia, Ririn Sefsani, mengatakan seharusnya pemerintah mampu memastikan bahwa menu dalam program MBG benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi.
Ia menyebut, banyak dapur penyedia makanan justru tidak memenuhi standar kebersihan dan kelayakan.
“Apakah pernah dimunculkan standar higienitas dalam menyediakan makanan? Apakah pemenuhan gizinya? Bahkan makanannya berkurang, minyak jelek, kotor, keracunan, blablabla, itu udah membuktikan,” ujar Ririn saat melakukan aksi unjuk rasa tolak MBG di depan kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025).
Selain higienitas, Ririn juga menyoroti jenis makanan yang disajikan kepada anak-anak sekolah.
Menurutnya, MBG seolah hanya memperkenalkan makanan asing seperti pizza dan burger yang justru tergolong junk food dan tidak mendukung tumbuh kembang anak.
“Rakyat tuh bisa menyiapkan makanan lebih bergizi dengan higienitas yang lebih baik. Dari pangan lokal juga. Nggak atasnya, oh, kalian mungkin belum pernah makan pizza, belum makan burger. Itu kan junk food semua, ini loh. Isi kepalanya kacau,” ujarnya.
Ririn menilai, program MBG merupakan kebijakan populis yang terlihat bagus di permukaan, namun tidak tepat sasaran dan minim perencanaan matang.
Baca Juga: Curhat Pilu Prabowo soal Timnas Indonesia: Minta Erick Thohir Fokus ke 2 Ajang Bergengsi Ini
Ia menyebut pelaksanaannya kacau karena tidak memperhatikan standar dasar penyediaan makanan bergizi.
“Dengan jatuhnya korban, dan itu udah 10 ribu lebih anak-anak keracunan, berarti memang ada yang keliru. Dan memang kalau kami menyoroti, ini kebijakan populis. Kebijakan populis itu kelihatannya oke, penting banget buat rakyat, tapi sebetulnya enggak,” jelasnya.
Menurut Ririn, jika pemerintah serius ingin memberi makan bergizi gratis, maka program itu seharusnya diprioritaskan untuk anak-anak di wilayah miskin dan terpencil yang sulit mengakses pangan.
“Harusnya diberikan kepada anak-anak yang memang betul-betul membutuhkan. Di wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, remote area, kemudian apalagi akses terhadap pangan memang susah karena kemiskinan yang tinggi. Nah, ini yang tidak dilihat dengan sungguh oleh rezim pemerintahan Prabowo ini,” katanya.
Ia juga mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan menghentikan sementara pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan dari kebijakan, pelaksana, hingga standar penyelenggaraan program.
“Dengan jatuhnya korban yang dua puluhan ribu dan praktek pemborosan APBN, anak-anak kita keracunan, stop. Memoratorium dulu, hentikan dulu MBG. Evaluasi total, mulai dari kebijakannya, prioritas yang dapat, penyelenggarannya, kemudian jenis standarnya itu harus diperbaiki semua,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Curhat Pilu Prabowo soal Timnas Indonesia: Minta Erick Thohir Fokus ke 2 Ajang Bergengsi Ini
-
Prabowo Hitung Sendiri Dua Lauk untuk Perogram MBG, Rp10.000 Masih Bisa Pakai Ayam dan Telur
-
Rapat Bareng Mahasiswa, Habiburokhman Tegaskan MBG Justru Disambut Positif Warga
-
Sebut Wajar MBG Ada Masalahnya, Habiburokhman: Saya Belum Pernah Menemui Orang yang Menolak
-
Aksi Unik di Demo Tolak MBG: Bagi-Bagi Makanan ke Pejalan Kaki Hingga Wartawan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia