- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Kamis (16/10/2025), memprediksi hujan lebat di 5 provinsi: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Jawa Barat.
- Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diprakirakan merata di seluruh Indonesia, termasuk Jabodetabek yang akhirnya mengakhiri periode panas terik.
- Hujan dan potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer yang aktif, bekerja bersamaan meningkatkan pembentukan awan hujan.
Suara.com - Memasuki pertengahan Oktober, dinamika cuaca di Indonesia menunjukkan perubahan signifikan, ditandai dengan peningkatan intensitas curah hujan di hampir seluruh wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 16 Oktober 2025, merilis peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang.
Secara umum, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
5 Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat
Perhatian khusus harus diberikan pada lima provinsi yang diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat hari ini. BMKG mendesak pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan:
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat (termasuk area Mentawai, Padang, dan Pesisir Selatan)
- Kepulauan Bangka Belitung (waspada di Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan)
- Bengkulu (terutama di Kabupaten Seluma)
- Jawa Barat
Selain itu, potensi hujan lebat juga meluas ke beberapa kabupaten di Jawa Tengah (seperti Banyumas dan Wonosobo) serta Kalimantan Barat (termasuk Kayong Utara dan Sintang), di mana curah hujan yang tinggi dapat memicu genangan air atau banjir lokal.
Hampir seluruh pulau utama di Indonesia diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi. Fenomena ini menjadi kabar baik, terutama bagi wilayah yang sempat mengalami suhu terik.
Wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) diprediksi akan memasuki periode hujan pada 16 hingga 18 Oktober 2025.
Jakarta Barat dan Jakarta Selatan diperkirakan mengalami hujan sedang, sementara wilayah lain seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Bekasi berpotensi diguyur hujan ringan.
Baca Juga: Cuaca Panas Bikin Kulit Gatal dan Ruam Merah? Itu Tanda Alergi, Ini Obat yang Tepat
Perhatian utama di Jabodetabek tertuju pada Kabupaten Bogor yang diprakirakan memiliki potensi hujan lebat lokal.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprediksi melanda sebagian besar Sumatra (Aceh, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung), Jawa (Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta), Bali, NTT, mayoritas Kalimantan dan Sulawesi, hingga Maluku dan sebagian besar Papua. Sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Jawa Timur, dan NTB diprakirakan hanya mengalami hujan ringan.
BMKG menjelaskan, peningkatan intensitas hujan dan potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer yang aktif, bekerja bersamaan meningkatkan pembentukan awan hujan.
Faktor-faktor utamanya meliputi:
- Sirkulasi Siklonik Aktif: Terpantau adanya beberapa sirkulasi siklonik di utara dan barat Indonesia. Fenomena ini menyebabkan perlambatan kecepatan angin dan penumpukan massa udara, memicu pembentukan awan konvektif.
- Gelombang Atmosfer: Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin terpantau berpengaruh signifikan, yang secara bersamaan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
- DMI Negatif: Nilai Dipole Mode Index (DMI) yang negatif secara global juga berkontribusi, berpotensi meningkatkan suplai uap air dari lautan ke atmosfer Indonesia.
Selain hujan, BMKG juga merilis peringatan potensi angin kencang yang perlu diwaspadai di wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.
Masyarakat dianjurkan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG sebagai acuan utama dalam merencanakan aktivitas dan melakukan mitigasi risiko bencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL