- Gus Miftah nilai bencana Sumatra layak ditetapkan sebagai bencana nasional.
- Ia sebut bencana terjadi akibat ulah tangan manusia, bukan alam semata.
- Data BNPB mencatat total korban jiwa mencapai 770 orang, 463 hilang.
Suara.com - Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah, menilai bencana tanah longsor dan banjir bandang di Sumatra sudah layak untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurutnya, penetapan status tersebut akan memaksimalkan upaya penanganan di lapangan.
“Secara pribadi, dengan keadaan yang ada di Sumatera hari ini, memang sepertinya layak untuk dijadikan bencana nasional,” kata Gus Miftah di Kantor GP Ansor, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Ia menjelaskan, jika status bencana nasional ditetapkan, maka proses evakuasi dan penanganan infrastruktur dapat berjalan lebih optimal.
“Penanganannya, infrastrukturnya, kemudian peralatan untuk evakuasi di sana tentunya lebih maksimal,” katanya.
Meski demikian, Miftah meyakini bahwa pemerintah memiliki kajian mendalam dan alasan tersendiri mengapa status tersebut belum ditetapkan hingga saat ini.
Ajak Semua Pihak Evaluasi Diri
Lebih dari sekadar penanganan, Gus Miftah juga menyoroti akar penyebab bencana. Menurutnya, musibah ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat campur tangan manusia yang merusak alam.
“Kita kembali kepada firman Allah. Bahwa kerusakan di lautan dan di daratan itu pasti disebabkan akibat olah tangan manusia,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh bangsa untuk melakukan introspeksi diri, bukan saling menyalahkan, agar musibah serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Juga: Gus Miftah Berharap PBNU Segera Rukun dan Fokus Bantu Korban Bencana
“Ini kesalahan kita semuanya yang harus kita evaluasi. Musibah ini datang tidak spontan,” tuturnya.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban jiwa di tiga provinsi terdampak (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat) telah mencapai 770 orang, dengan 463 orang lainnya masih dilaporkan hilang dan 2.600 orang mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Provinsi Sumatra Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Sempat Putus Asa, Pasangan Pengantin Ini Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir
-
PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Akan Bertemu Raja Charles III dan Hadiri WEF
-
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport
-
Menang Lelang Gedung Eks Kantor Polisi di Melbourne, IMCV Akan Bangun Pusat Dakwah Indonesia
-
Atasi Banjir Jakarta, Dinas SDA Kerahkan 612 Pompa Stasioner dan Ratusan Pompa Mobile
-
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros
-
Hujan Semalaman, 29 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
-
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
-
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang