- Gus Miftah berharap konflik internal PBNU bisa segera selesai dan kembali rukun.
- Ia ingin PBNU kembali fokus pada kemaslahatan umat, terutama korban bencana.
- Konflik dipicu permintaan Syuriyah agar Ketua Umum Gus Yahya mundur dari jabatannya.
Suara.com - Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburahman atau Gus Miftah, menanggapi konflik internal yang tengah terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai bagian dari warga Nahdliyin, ia berharap persoalan di tingkat elite tersebut dapat segera diselesaikan.
“Kami yang muda-muda ini tentunya berharap yang terbaik untuk PBNU, apa pun itu,” kata Miftah di Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025) malam.
Miftah menyoroti bahwa saat ini GP Ansor dan elemen NU lainnya sedang fokus pada penanganan korban bencana di Sumatra. Oleh karena itu, ia berharap PBNU dapat kembali rukun agar organisasi bisa lebih fokus pada kemaslahatan umat, terutama di tengah situasi bencana yang luar biasa ini.
“Kerukunan ini menjadi hal yang mutlak. Kami hanya berharap mudah-mudahan segera kembali sebagaimana mestinya, sehingga lebih fokus lagi kepada masalah keumatan. Dengan begitu, keberadaan PBNU akan jauh lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Konteks Konflik Internal PBNU
Konflik di tubuh PBNU memanas setelah Rapat Harian Syuriyah meminta Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk mundur dari jabatan Ketua Umum. Polemik semakin dalam dengan terbitnya Surat Edaran Syuriyah yang menyatakan masa jabatan Gus Yahya berakhir secara otomatis pada 26 November 2025.
Situasi kian meruncing dengan adanya perombakan besar di jajaran Tanfidziyah, penolakan terhadap Surat Edaran Syuriyah yang dianggap cacat administratif, hingga pernyataan Rais Aam Miftachul Akhyar yang menegaskan kendali PBNU berada di tangan Syuriyah. Terbaru, Gus Yahya bahkan menyatakan akan menempuh jalur hukum jika dialog menemui jalan buntu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian