- Mendagri klarifikasi surat bupati Aceh, bukan menyerah total tapi butuh bantuan.
- Daerah miliki keterbatasan, seperti untuk distribusi bantuan udara dan alat berat.
- Data BNPB mencatat 156 orang tewas dan 181 masih hilang di Aceh.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengklarifikasi pemberitaan mengenai tiga bupati di Provinsi Aceh yang disebut ‘menyerah’ dalam menangani bencana banjir.
Ia menegaskan bahwa mereka bukan menyerah total, melainkan menyatakan ketidaksanggupan karena keterbatasan sumber daya dan secara resmi meminta bantuan pemerintah pusat.
"Bukan menyerah total. Mereka tetap bekerja semampu mereka, tapi ada hal-hal yang mereka tidak mampu tangani sendiri," kata Tito dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/12/2025).
Tito mencontohkan kondisi di Aceh Tengah yang sepenuhnya terisolasi akibat longsor dan jembatan putus, sehingga memerlukan intervensi dari luar.
Menurutnya, keterbatasan tersebut mencakup kebutuhan logistik seperti makanan dan BBM yang harus didistribusikan melalui udara, serta pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan.
"Mereka tidak punya pesawat untuk dropping bantuan. Mereka juga tidak punya kemampuan alat berat yang cukup. Di situlah mereka meminta bantuan," jelas Tito.
Pemerintah pusat, tegasnya, akan tetap memberikan dukungan penuh terlepas dari surat pernyataan tersebut.
"Mau menyerah atau tidak, kami menilai sendiri dan akan mendukung sepenuhnya sejak hari pertama," sambungnya.
Sebelumnya, tiga bupati dari Aceh Selatan, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah memang secara resmi mengirimkan surat pernyataan ketidaksanggupan.
Baca Juga: Gus Miftah Kritik Bantuan Bencana yang Dilempar dari Helikopter: 'Niat Baik Harus dengan Cara Baik'
“Banjir dan longsor kali ini menimbulkan kerusakan masif. Tidak semua dapat ditangani secara optimal oleh kabupaten karena keterbatasan peralatan dan kapasitas,” jelas Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, membenarkan kondisi tersebut.
Pernyataan ketidaksanggupan ini sejalan dengan masifnya dampak bencana di Provinsi Aceh. Berdasarkan data BNPB per Senin (1/12/2025), total korban jiwa di Aceh telah mencapai 156 orang, dengan 181 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Bencana ini juga memaksa 479.300 jiwa mengungsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi