- Cak Imin mengatakan fasilitas negara seharusnya menjadi motor bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi rakyat dan kemandirian masyarakat.
- Presiden juga menekankan agar pemerintah di semua level memprioritaskan UMKM dalam penggunaan fasilitas negara.
- Menurutnya banyak UMKM yang kesulitan berkembang karena tidak memiliki akses ke lokasi strategis.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengungkapkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar seluruh fasilitas milik pemerintah tidak dibiarkan mangkrak.
Prabowo ingin agar setiap aset negara bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Presiden memberikan arahan tidak boleh ada fasilitas punya pemerintah Yang mangrak, idle, tidak berfungsi dengan baik. Gunakanlah ruang-ruang, tempat-tempat dan fasilitas yang dimiliki pemerintah untuk mendorong tumbuh kembangnya pemberdayaan masyarakat kita," kata Cak Imin saat acara Mandala Award di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Fasilitas negara, kata Cak Imin, seharusnya menjadi motor bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi rakyat dan kemandirian masyarakat.
Presiden juga menekankan agar pemerintah di semua level memprioritaskan UMKM dalam penggunaan fasilitas negara.
Menurutnya, sektor ini membutuhkan dukungan nyata untuk bisa bersaing di tengah tekanan ekonomi dan iklim pasar yang semakin kompetitif.
"Saya dan kita ingin agar UMKM benar-benar menjadi solusi yang kita fasilitasi dengan sungguh-sungguh. Bahkan berbagai fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah hendaknya lebih memprioritaskan kemajuan UMKM," ucapnya.
Cak Imin juga berpandangan kalau banyak UMKM yang kesulitan berkembang karena tidak memiliki akses ke lokasi strategis dan sumber daya yang memadai.
Sementara itu, sebagian fasilitas milik negara justru tidak dimanfaatkan optimal.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Anak Muda: Kuasai Ekonomi Sebelum Jadi Pemimpin Politik
"Terlampau mahal buat UMKM kita untuk bisa bersaing di tengah pasar yang begitu keras dan penuh dengan iklim saling membunuh. Tidak ada jalan lain kecuali pemberdayaan yang dilakukan dan merelakan fasilitas pemerintah guna kemajuan UMKM kita," pesannya.
Berita Terkait
-
Prabowo Minta Bos Danantara Rampingkan Perusahaan BUMN Hanya Jadi 200
-
Cak Imin Soroti 12,5 Juta Warga Miskin di Desa: Jangan Hanya Andalkan Bansos!
-
Prabowo Perintahkan TNI Kawal Kejagung Sita 100 Ribu Ha Sawit Ilegal yang 18 Tahun Mangkrak!
-
Prabowo Ingatkan Anak Muda: Kuasai Ekonomi Sebelum Jadi Pemimpin Politik
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan
-
Tanggul Sungai Kalimalang Jebol! Ratusan Keluarga di Karawang Terendam Banjir
-
Dianggap Air Ajaib, BRIN Bongkar Fakta Mengerikan Air Sinkhole: Penuh Bakteri dan Logam Berat
-
Alasan Kuat Polisi SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Tol Cikampek Jadi 'Neraka' Libur Panjang, Jasa Marga Buka Jalur Contraflow Sampai KM 65
-
Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia
-
7 Fakta Adu Jotos Guru vs Siswa di Jambi: Dari Kata 'Miskin' Sampai Ancam Pakai Celurit
-
Menteri PU Ungkap Kebutuhan Anggaran Perbaikan Infrastruktur Sumatra Capai Rp74 Triliun
-
Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar