Suara.com - Penataan kawasan Blok M yang kini bertransformasi menjadi Blok M Hub menghadirkan ruang baru bagi warga Jakarta untuk beraktivitas, berkreasi, dan berinteraksi. Inisiatif ini bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi menghadirkan manfaat nyata sebagai pusat kegiatan masyarakat yang hidup, inklusif, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi publik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, revitalisasi Blok M Hub ini diharapkan menjadi contoh kawasan kota modern yang memadukan fungsi ekonomi, sosial, dan budaya, sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki dan komunitas kreatif.
"Ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi penanda bahwa Jakarta terus bergerak maju menuju perannya sebagai pusat ekonomi dan budaya, dengan identitas baru sebagai kota global dan berbudaya,” ujar Pramono.
Menurutnya, transformasi Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan rasa kebersamaan warganya.
“Pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan budaya masyarakat. Pencanangan ini menjadi langkah penting menuju perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Sebuah momentum untuk meneguhkan jati diri kota yang maju sekaligus berbudaya,” jelasnya.
Kawasan ini dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan beragam moda transportasi, mulai dari Transjakarta, MRT, sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman, aman, dan ramah bagi pejalan kaki. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga kawasan Blok M agar tetap aman dan hidup sepanjang waktu.
“Kawasan Blok M diharapkan bisa menjadi wajah baru Jakarta yang mewujudkan semangat kota global, dengan menampilkan kekayaan budaya dan produk unggulan dari negara-negara ASEAN. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita jaga kota kita,” tutur Pramono.
Sementara itu, Pengamat Tata Ruang Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai langkah Pemprov DKI Jakarta mengembangkan Blok M sebagai kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) merupakan kebijakan strategis yang tepat. Ia menilai, kawasan Blok M memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih maju karena sejak lama dikenal sebagai pusat ekonomi dan simpul transportasi penting di Jakarta.
“Blok M itu punya sejarah besar sejak masa lalu. Dulu ada terminal Blok M, dan kawasan ini jadi ikon kelas menengah Jakarta karena posisinya strategis dan didukung permukiman dengan daya beli kuat,” kata Yayat.
Baca Juga: Jakarta Bersih-Bersih: Halte Transjakarta BNN dan Tiang Monorel Masuk Daftar Pembongkaran
Menurutnya, Blok M kini berada pada posisi ideal untuk berkembang sebagai kawasan interkoneksi transportasi dan pusat ekonomi kreatif yang modern. Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam pengelolaan kawasan TOD ini, agar pengembangannya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Ke depan, pengelolaan kawasan perlu dilakukan secara kolaboratif, misalnya antara PT MRT Jakarta dan para pemilik properti di sekitar Blok M,” jelasnya.
Selain itu, Yayat juga menilai bahwa pembangunan hunian terjangkau di sekitar Blok M menjadi kunci agar kawasan ini tetap hidup 24 jam, sekaligus menciptakan keseimbangan antara aktivitas ekonomi, sosial, dan kehidupan warga.
“Dengan hadirnya hunian seperti apartemen atau rumah susun di sekitar Blok M, kawasan ini akan semakin hidup, tidak hanya di siang hari, tetapi juga pada malam hari. Kehadiran permukiman akan menumbuhkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan menjadikan Blok M Hub sebagai kawasan yang dinamis sepanjang waktu,” ujarnya.
Menurutnya, jika pengembangannya dilakukan secara cermat dan berpihak pada gaya hidup generasi muda, Blok M bisa menjadi pusat baru ekonomi kreatif di Jakarta.
“Blok M memiliki potensi besar untuk menjadi pusat gaya hidup yang relevan dengan generasi masa kini dan mendatang. Dengan menyasar pasar utama yakni Gen Z dan milenial, kawasan ini perlu dirancang mengikuti tren, minat, dan karakter mereka agar selalu hidup dan menarik,” ujar Yayat.
Berita Terkait
-
Polemik Usai, Pramono Anung Siap Bangun RS Tipe A di Lahan Eks Sumber Waras
-
Pramono Anung Bakal 'Sulap' Sumber Waras Jadi RS Kelas A yang Ikonik Setelah 10 Tahun Mangkrak
-
LRT Jakarta Prioritaskan Rute ke JIS-PIK 2, Opsi ke Dukuh Atas Dikesampingkan, Ini Alasannya
-
Pramono Ungkap Fasilitas President Suite Milik RSUD Cengkareng: Bisa Candle Light Dinner!
-
Banyak Galian di Akhir Tahun, Pramono Akui Masih Ada Budaya Program Kejar Setoran
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Gubernur Pramono Persilakan Buruh Gugat UMP Jakarta ke PTUN: Ini Negara Demokrasi
-
Bongkar Borok Korupsi Chromebook, Saksi Sebut Ada 'Jatah' Keuntungan 30 Persen dari Google
-
Kemenhub Dorong Kesetaraan Akses Transportasi Jakarta - Bodetabek untuk Kurangi Kendaraan Pribadi
-
KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT!
-
5 Fakta OTT KPK di Madiun, Wali Kota Maidi Ditangkap Terkait Dugaan Suap Proyek
-
Usai Diperiksa Kejagung, Sudirman Said Ngaku Banyak Hambatan Non Teknis saat Ingin Lawan Mafia Migas
-
Sidang Noel Cs: Pengusaha Akui Pemberian Uang untuk Sertifikat K3 Tak Terhindarkan
-
KPK OTT Ketiga Tahun Ini di Pati, Bupati Sudewo Ikut Diciduk
-
Partai Gerakan Rakyat Dukung Anies di Pilpres 2029, Dede Yusuf Demokrat Singgung Verifikasi Parpol
-
Berniat Irit Dana MBG, Pengelola SPPG Malah Gigit Jari: Uang Sisa Rp 2 Miliar Balik ke Kas Negara