- Ridwan Kamil menolak pintu damai bagi Lisa Mariana, yang kini berstatus tersangka kasus pencemaran nama baik.
- Kuasa hukum Ridwan Kamil menegaskan kliennya ingin proses hukum berjalan tuntas demi efek jera.
- Kasus ini bermula dari laporan Ridwan Kamil pada April 2025 terkait dugaan pencemaran nama baik, setelah Lisa menuding CA adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan eks Gubernur Jabar.
Suara.com - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menolak pintu damai bagi Lisa Mariana, yang kini berstatus tersangka kasus pencemaran nama baik. Kuasa hukum Ridwan Kamil menegaskan kliennya ingin proses hukum berjalan tuntas demi efek jera.
"Pak Ridwan Kamil ingin upaya hukum ini terus berjalan dan tidak ada damai, supaya ada efek jera bagi Lisa Mariana ke depan," kata Muslim Jaya Butarbutar, kuasa hukum Ridwan Kamil, kepada wartawan, Senin (20/10/2025).
Muslim menilai penetapan Lisa sebagai tersangka merupakan bukti kuat bahwa semua tuduhan yang dilayangkan kepada Ridwan Kamil selama ini tidak benar.
"Penetapan tersangka ini sekali lagi bukti bahwa apa yang disampaikan Lisa Mariana itu kebohongan belaka," ujarnya.
Langkah hukum ini, menurut Muslim, juga bertujuan memberikan pelajaran berharga, tidak hanya bagi Lisa, tetapi juga masyarakat luas.
"Agar tidak mengumbar aib, agar tidak menyatakan sesuatu yang sifatnya narasi-narasi kebohongan ke publik, yang akhirnya tidak terbukti kebenarannya," jelasnya.
Tes DNA Negatif, Lisa Resmi Tersangka
Kasus ini bermula dari laporan Ridwan Kamil pada April 2025 terkait dugaan pencemaran nama baik, setelah Lisa menuding CA adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan Ridwan Kamil.
Untuk membuktikan kebenaran tuduhan tersebut, Ridwan Kamil, Lisa, dan CA telah menjalani pengambilan sampel DNA berupa darah dan liur pada 7 Agustus 2025. Setelah 13 hari diuji di Laboratorium Pusdokkes Polri, penyidik Bareskrim Polri mengumumkan hasil tes DNA yang memastikan CA bukan anak biologis Ridwan Kamil.
Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Beri Ampun, Kubu Lisa Mariana Tegaskan Tak Pernah Minta Damai
Berdasarkan hasil tes DNA tersebut, penyidik Dirtipidsiber Bareskrim Polri kemudian melaksanakan gelar perkara dan menetapkan Lisa sebagai tersangka pada pekan lalu.
Hari ini, Senin (20/10/2025), Lisa seharusnya diperiksa untuk pertama kali sebagai tersangka. Namun, melalui kuasa hukumnya, Johnboy Nababan, Lisa meminta pemeriksaan ditunda dengan alasan sakit tifus.
“Kami ada surat sakit tifus, kemarin dari dokter dirawat dan itu resmi ada barcodenya,” ujar Johnboy di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Johnboy memastikan pihaknya telah menyerahkan surat pemberitahuan sekaligus permintaan penjadwalan ulang kepada penyidik. Ia menjamin Lisa akan hadir jika kondisinya membaik.
“Kami sudah siapkan untuk reschedule kembali minggu depan, antara tanggal 23 atau 24 Oktober,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
6 Warna Bedak Make Over yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?
-
AHY Bilang Truk Odol Biang Kerok Jalanan Rusak, RI Harus Keluar Duit Rp40 T Setiap Tahun
-
Status 3.600 PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI Masih Menggantung, NRK Belum Juga Terbit
-
Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak
-
Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia
-
Pria Ditemukan Duduk Membungkuk Meninggal Dalam Kamar Hotel di Pekanbaru
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Siapa Sosok Wamentan Baru Pilihan Prabowo?
-
Hari Anak Nasional: 34 Anak Binaan di Jateng Diberi Pengurangan Masa Pidana
-
AHY Siapkan Insentif Truk ODOL, Dorong Armada Listrik dan Logistik Lebih Aman