- Kortas Tipidkor Polri menetapkan dua petinggi BUMD Riau, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), sebagai tersangka.
- Keduanya adalah Direktur Utama Rahman Akil dan Direktur Keuangan Debby Riauma Sari.
- Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan perusahaan periode 2010–2015, yang merugikan negara lebih dari Rp33 miliar.
Suara.com - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menetapkan dua petinggi BUMD Riau, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), sebagai tersangka. Keduanya adalah Direktur Utama Rahman Akil dan Direktur Keuangan Debby Riauma Sari.
Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan perusahaan periode 2010–2015, yang merugikan negara lebih dari Rp33 miliar.
“Berdasarkan hasil penyidikan dan kecukupan bukti, penyidik menetapkan dua orang tersangka,” jelas Wakil Direktur Penindakan Kortas Tipidkor Polri, Kombes Bhakti Eri Nurmansyah, kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Bhakti menjelaskan, dugaan korupsi ini terjadi dalam pengelolaan Blok Migas Langgak di Kabupaten Rokan Hulu, yang dioperasikan oleh anak usaha PT SPR, yaitu PT SPR Langgak.
Modus operandinya antara lain:
- Melakukan pengeluaran dana perusahaan yang tidak sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
- Pengadaan barang dan jasa yang tidak transparan dan tidak akuntabel.
- Kelalaian dalam pencatatan overlifting (kelebihan produksi) minyak yang menimbulkan kerugian bagi BUMD.
“Akibat tindakan itu, perusahaan mengalami kerugian yang dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang,” ujar Bhakti.
Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), total kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp33,29 miliar dan US$3.000 (sekitar Rp49,6 juta).
Berkas Lengkap, Segera Diserahkan ke Jaksa
Kasus ini bermula saat konsorsium PT SPR dan PT Kingswot Capital Limited (KCL) memenangkan tender pengelolaan Blok Migas Langgak pada 2009 untuk periode 20 tahun. Namun, dalam perjalanannya, penyidik menemukan penyimpangan serius.
Baca Juga: Sandra Dewi Ngotot Asetnya Bukan Hasil Korupsi Harvey Moeis, Kejagung: Nanti akan Diungkap
Para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Bhakti menambahkan, berkas perkara ini telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Agung pada 3 Oktober 2025.
"Dalam waktu dekat, penyidik akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026
-
Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta
-
6 Tips Memilih Warna Lipstik Sesuai Acara agar Penampilan Makin Menawan
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota