- Kementerian Sosial mengungkapkan hasil pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menemukan lebih dari 3,5 juta keluarga penerima manfaat sudah tidak layak menerima bansos.
- Temuan itu muncul setelah ground check terhadap lebih dari 14 juta keluarga penerima bantuan.
- BPS akan meninjau ulang data tersebut agar penerima bantuan benar-benar berasal dari kelompok miskin ekstrem hingga rentan miskin.
Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) lakukan pemutakhiran atau pembaruan data penerima bansos dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasilnya, ditemukan ada lebih dari 3,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinilai tidak lagi layak mendapatkan bansos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerangkan, pihaknya lakukan ground check atau turun langsung ke lapangan untuk lakukan pemutakhiran data tersebut.
"Ada 14 juta lebih yang telah dilakukan ground check, 10 juta lebih dinyatakan layak, dan 3.500.000 lebih KPM yang dinyatakan tidak layak. Data ini kemudian nanti akan kita serahkan ke BPS untuk dilakukan perankingan, kemudian juga tentu pasti diverifikasi dan divalidasi ulang," jelas Gus Ipul dalam keterangannya usai bertemu Kepala BPS di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Selanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan mengolah data tersebut ke dalam DTSEN untuk menentukan ranking desil. Gus Ipul menerangkan bahwa penerima bansos dari pemerintah diprioritaskan KPM yang berada pada desil 1-3 atau kategori miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin.
Gus Ipul menerangkan kalau data 14 juta itu merupakan bagian dari 18 juta KPM baru yang menerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) bulan ini. Sementara 4 juta lainnya belum selesai proses ground check.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, pihaknya masih akan memvalidasi ulang data 3,5 juta lebih KPM yang dianggap tidak layak dapat bansos. Dia menjelaskan kalau angka tersebut dikategorikan sebagai data inclusion error.
"Artinya orang-orang yang masuk di dalam 3,5 juta itu adalah yang sebenarnya memang tidak layak untuk menerima bantuan. Itu yang disebut dengan inclusion error. Ini nanti kami BPS akan menelaah lagi untuk kemudian digantikan dengan data-data yang exclusion error, yaitu yang memang dia sebenarnya layak menerima tetapi selama ini belum menerima," terangnya.
Masyarakat yang dianggap tidak layak dapat bansos, dikatakan Amalia, kalau penyebabnya bisa berbeda setiap keluarga. Hanya saja secara umum rata-rata karena KPM tersebut dianggap telah naik kelas sosialnya sehingga dinilai telah mandiri secara ekonomi.
"Artinya tidak layak itu mungkin saja kita harus lihat satu persatu case-nya, siapa tahu yang tadinya memang orangnya tidak sejahtera, dia sudah mendapatkan pekerjaan, sehingga dia sudah naik kelas.
Mungkin ada kasus-kasus yang lain harus kita lihat satu per satu, tidak bisa nanti kita simpulkan secara umum," jelasnya.
Baca Juga: 2 Cara Cek dan Daftar DTKS Online untuk Mendapatkan Bansos Pemerintah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK