- DPR mendesak Kemensos meninjau ulang pemangkasan anggaran kebencanaan tahun 2026 yang drastis.
- Anggaran bencana turun dari Rp519 miliar menjadi Rp179 miliar di tengah meningkatnya risiko.
- Penurunan anggaran dikhawatirkan menghambat kehadiran negara dalam menangani dampak perubahan iklim.
Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, mendesak pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meninjau ulang kebijakan penurunan anggaran kebencanaan pada tahun 2026.
Ketut menilai pemangkasan anggaran tersebut berpotensi melemahkan kemampuan intervensi negara saat terjadi bencana, padahal frekuensi dan skala bencana di Indonesia terus meningkat.
“Saya tidak bisa membayangkan dengan anggaran yang sangat terbatas di 2026, anggaran kebencanaan turun drastis dari Rp519 miliar menjadi hanya Rp179 miliar,” ujar Ketut Kariyasa di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan penanganan bencana saat ini semakin berat karena adanya beban utang anggaran kebencanaan yang belum terselesaikan.
“Kapasitas dan kuantitas bencana terus meningkat. Sementara itu, disampaikan pula ada sekitar hampir Rp1,4 triliun utang penanganan bencana yang masih tersisa,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketut menyoroti ketimpangan antara kebutuhan di lapangan dengan pagu anggaran yang tersedia. Penurunan anggaran dari Rp519 miliar ke Rp179 miliar dianggap tidak rasional di tengah situasi darurat yang kerap melanda berbagai daerah.
Ia pun mempertanyakan langkah konkret yang akan diambil Kemensos dalam menghadapi situasi tersebut. Sebagai contoh, Ketut menyinggung penanganan bencana di Sumatra yang berdampak pada ratusan ribu warga, namun tidak dibarengi dengan alokasi anggaran yang memadai.
Ketut juga mengingatkan pemerintah untuk lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim dan pemanasan global yang meningkatkan risiko bencana di tanah air.
“Melihat fenomena pemanasan global saat ini, negara kita dikepung oleh siklon yang dulu tidak ada. Perubahan iklim membuat kita sangat rentan terhadap bencana,” tuturnya.
Baca Juga: Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara
Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam penanganan bencana. Ketut khawatir keterbatasan anggaran akan menghambat pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak.
“Negara harus hadir. Jika postur anggarannya seperti ini, apakah negara bisa membantu masyarakat secara maksimal?” tanyanya.
Menutup pernyataannya, Ketut berharap kejadian bencana besar seperti di Sumatra tidak terulang tanpa kehadiran negara yang kuat di tengah masyarakat.
“Jangan sampai warga hanya bisa menyelamatkan diri sendiri tanpa adanya intervensi bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS
-
Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz
-
Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius
-
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit
-
Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang
-
4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!