- PDIP menegaskan telah memberi masukan sejak awal terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dinilai kurang memprioritaskan kebutuhan dasar rakyat.
- Hasto Kristiyanto menyebut Megawati Soekarnoputri berulang kali menyoroti pentingnya pembangunan untuk pendidikan, riset, dan sektor pertanian.
- Ia juga menekankan perlunya pemerintah dan kepala daerah fokus pada program yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat, bukan proyek simbolik semata.
Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menyuarakan pandangannya terkait polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menekankan bahwa partainya telah memberikan masukan dan catatan kepada pemerintah sejak awal.
Hasto menggarisbawahi kekhawatiran PDIP terhadap prioritas pembangunan dan potensi dampak dari proyek tersebut sebelum dibangun kala itu.
Hasto mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berulang kali mempertanyakan urgensi kereta cepat dibandingkan kebutuhan dasar rakyat.
"Kemarin kami melaporkan ke Ibu Megawati, saya menjadi saksi, bagaimana Bu Mega berulang kali menyampaikan bahwa apakah rakyat memerlukan kereta api cepat tersebut," ujar Hasto ditemui di Komplek Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2025).
Menurut Hasto, Megawati lebih memprioritaskan kebutuhan rakyat seperti pendidikan, pembangunan bendungan untuk petani, penyediaan pupuk, serta kepentingan riset untuk membangun daya saing bangsa.
"Bukannya kebutuhan rakyat untuk pendidikan, untuk bendungan bagi petani, kemudian untuk menyediakan pupuk pada masa tanam, itu jauh lebih penting, termasuk keperluan pendidikan, kemudian juga bagi kepentingan riset membangun daya bangsa kita," tambahnya.
PDIP juga menyoroti perubahan kebijakan terkait jaminan negara pada proyek kereta cepat dan pentingnya penguasaan teknologi oleh anak bangsa.
Hasto menyebut bahwa Megawati bahkan pernah mengusulkan pembangunan doble track kereta api sebagai alternatif yang lebih baik, termasuk untuk pengembangan transportasi publik di Sumatera.
"Jadi paradigma transportasi publik bagi kepentingan publik itu jauh dikedepankan," tegasnya.
Baca Juga: Kala Megawati Kenang Momen Soeharto Tolak Bung Karno Dimakamkan di TMP
Meskipun menyadari keputusan akhir berada di tangan Joko Widodo, Hasto menegaskan bahwa PDIP sebagai partai politik telah menyampaikan masukan hingga tiga kali.
Ia juga menyoroti potensi aspek geologis di kawasan Bandung yang memerlukan perhatian khusus, serta dampak terhadap perkebunan.
"Apalagi kita melihat adanya potensi terkait aspek Geologis di kawasan Bandung yang perlu menjadi perhatian, kemudian perkebunan di Walini," kata Hasto.
Ia menekankan pentingnya bagi kepala daerah untuk fokus pada program yang benar-benar dibutuhkan dan mengangkat harkat rakyat, khususnya sektor ekonomi kerakyatan, sebagai prioritas utama.
"Itu yang seharusnya menjadi prioritas," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura