- Sedikitnya sembilan orang meninggal dunia akibat insiden desak-desakan saat acara keagamaan di Kuil Venkateswara, Andhra Pradesh, India
- Korban jiwa berjatuhan setelah terjadi lonjakan massa yang tiba-tiba di tengah ribuan umat yang sedang melakukan persembahan ritual
- Kepala Menteri dan Gubernur Andhra Pradesh telah mengonfirmasi kejadian tersebut, menyampaikan belasungkawa, dan menginstruksikan penyaluran bantuan segera bagi para korban
Suara.com - Suasana khusyuk sebuah acara keagamaan di India berubah menjadi mimpi buruk pada Sabtu, ketika insiden desak-desakan maut merenggut nyawa sedikitnya sembilan orang. Peristiwa tragis ini terjadi di negara bagian Andhra Pradesh, India selatan, meninggalkan duka mendalam bagi para keluarga korban.
Tragedi memilukan ini berpusat di Kuil Venkateswara di Kashibugga, distrik Srikakulam. Ribuan umat yang berkumpul untuk melakukan persembahan ritual tiba-tiba terlibat dalam lonjakan massa yang tak terkendali, menyebabkan sejumlah orang terinjak-injak hingga tewas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Menteri Andhra Pradesh, Chandrababu Naidu, segera menyampaikan belasungkawa melalui platform media sosial X. Ia menggambarkan insiden itu sebagai kejadian yang sangat menyayat hati.
“Kematian para umat dalam tragedi ini sangat memilukan. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban,” tulis Naidu.
Tidak hanya menyampaikan duka, Naidu juga bergerak cepat dengan menginstruksikan para pejabat di lapangan untuk memastikan para korban luka mendapatkan penanganan medis yang cepat dan memadai. Ia menegaskan bahwa bantuan harus segera disalurkan.
“Saya telah meminta pejabat daerah dan perwakilan masyarakat untuk mengunjungi lokasi kejadian serta mengawasi pelaksanaan langkah-langkah bantuan,” ujarnya.
Konfirmasi mengenai jumlah korban tewas dan penyebab insiden juga datang dari Gubernur Andhra Pradesh, Abdul Nazeer. Ia membenarkan bahwa sembilan orang telah meninggal dunia akibat lonjakan massa yang terjadi di area ritual kuil tersebut.
Berita Terkait
-
Sinopsis Idli Kadai, Film India Terbaru Dhanush di Netflix
-
Sinopsis Thamma, Film Terbaru Ayushmann Khurrana dan Rashmika Mandanna
-
Banyak Penduduk, Nol Prestasi: Negara-Negara 'Raksasa' yang Belum Pernah Main di Piala Dunia
-
Dua Sinyal Penting dari Hasil Imbang Timnas Indonesia U-23 vs India: Progres atau Alarm Dini?
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-23 vs India U-23: Garuda Muda Incar Balas Dendam
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin