-
Bahasa Indonesia resmi disahkan sebagai bahasa sidang dalam Konferensi Umum ke-43 UNESCO di Samarkand.
-
Pencapaian ini merupakan puncak dari upaya diplomasi dan program internasionalisasi bahasa BIPA di 57 negara.
-
Langkah selanjutnya adalah memperjuangkan Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi PBB.
Suara.com - Dalam sebuah momentum bersejarah, Konferensi Umum (General Conference) UNESCO ke-43 secara resmi mengesahkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi yang digunakan dalam forum tersebut.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Konferensi Umum UNESCO di Samarkand, Uzbekistan, sekaligus sebagai kali pertama digelar di luar markas besarnya di Paris, Prancis pada Selasa (4/10/2025).
Penetapan ini bukan hanya sebuah kemenangan diplomasi, tetapi juga menjadi puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, yang 97 tahun lalu mendeklarasikan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan: Bahasa Indonesia.
Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, yang turut menyaksikan langsung pengesahan ini, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, langkah ini adalah fondasi untuk perjuangan yang lebih besar di panggung dunia.
“Hari ini, Bahasa Indonesia mendunia di forum umum UNESCO dan perlu terus diperjuangkan sebagai bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan forum internasional lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum bersejarah ini semakin memperkuat marwah dan reputasi Indonesia, seiring dengan peran penting dan strategis yang dimainkan oleh Presiden Prabowo Subianto di kancah internasional.
"Ini adalah momentum strategis Indonesia back to the global map,” tegas Duta Besar Ruhaini.
Buah Diplomasi dan Internasionalisasi Bahasa
Baca Juga: Surat Kartini Jadi Memori Dunia UNESCO: Ini Maknanya bagi Perjuangan Kesetaraan Gender Masa Kini
Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu'ti, bersama Duta Besar RI untuk Prancis/Delegasi Tetap UNESCO di Paris dan Duta Besar RI untuk Uzbekistan.
Sesaat setelah pengesahan, delegasi Indonesia menerima ucapan selamat dari perwakilan berbagai negara, menandakan dukungan komunitas internasional.
Upaya menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa global tidak terjadi dalam semalam.
KBRI Tashkent, misalnya, mendukung penuh upaya internasionalisasi melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Saat ini, BIPA diajarkan sebagai bahasa asing pertama di Tashkent State University of Oriental Studies.
Secara global, program BIPA telah diajarkan di 57 negara di seluruh dunia dengan dukungan penuh dari seluruh Perwakilan Republik Indonesia, menunjukkan komitmen sistematis pemerintah dalam mempromosikan bahasanya.
Menutup laporannya dari Samarkand, Duta Besar Ruhaini mengungkapkan perasaan haru dan bangganya.
“Hati bergetar bangga menjadi saksi bersejarah 'Gema Pertama' Bahasa Indonesia di pentas dunia dari Samarkand.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026