- KPK akan menetapkan dan mengumumkan status hukum Gubernur Riau Abdul Wahid pada hari Rabu (5/11) setelah gelar perkara selesai dilakukan
- Gubernur Abdul Wahid ditangkap bersama sembilan orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Senin, 3 November 2025
- Penangkapan ini menandai OTT keenam yang sukses dilakukan oleh KPK sepanjang tahun 2025, menyasar berbagai pejabat di daerah hingga kementerian
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya akan mengumumkan secara resmi status hukum Gubernur Riau, Abdul Wahid, pada hari ini, Rabu (5/11/2025).
Pengumuman ini menjadi puncak penantian publik setelah Abdul Wahid bersama sembilan orang lainnya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang senyap pada Senin (3/11) lalu.
Lembaga antirasuah telah menyelesaikan gelar perkara pada Selasa (4/11) malam untuk menentukan nasib para pihak yang diamankan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa detail mengenai siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka akan diungkap dalam konferensi pers yang dijadwalkan hari ini.
“Berapa yang ditetapkan sebagai tersangka dan siapa saja? Besok (Rabu 5/11) kami akan sampaikan dalam konferensi pers,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11) malam.
Penangkapan Gubernur Riau ini menambah panjang daftar pejabat yang tersandung kasus korupsi di tahun 2025.
OTT ini merupakan operasi senyap keenam yang berhasil dilancarkan oleh KPK sepanjang tahun ini, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memberantas praktik korupsi di berbagai level pemerintahan.
Sebelumnya, KPK telah melakukan serangkaian OTT yang menjerat berbagai pejabat, mulai dari anggota DPRD di Ogan Komering Ulu pada Maret, pejabat terkait proyek jalan di Sumut pada Juni, kasus korupsi proyek rumah sakit di Kolaka Timur pada Agustus, dugaan suap pengelolaan hutan, hingga yang melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan terkait pemerasan sertifikasi K3.
Baca Juga: Nasib Diumumkan KPK Hari Ini, Gubernur Riau Wahid Bakal Tersangka usai Kena OTT?
Berita Terkait
-
Alamak! Abdul Wahid jadi Gubernur ke-4 Terseret Kasus Korupsi, Ini Sentilan KPK ke Pemprov Riau
-
Nasib Diumumkan KPK Hari Ini, Gubernur Riau Wahid Bakal Tersangka usai Kena OTT?
-
OTT KPK di Riau! Gubernur dan Kepala Dinas Ditangkap, Siapa Saja Tersangkanya?
-
KPK Sebut OTT di Riau Terkait dengan Korupsi Anggaran Dinas PUPR
-
Sempat Kabur Saat Kena OTT, Gubernur Riau Ditangkap KPK di Kafe
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP
-
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
Ralat Pernyataan, Kodam IV/Diponegoro Minta Maaf dan Akui Pria yang Foto dengan Anies Anggota Intel