-
Damkar jelaskan kerangka baru ditemukan karena saat demo ricuh fokusnya hanya pemadaman api.
-
Hasil tes DNA kedua kerangka yang ditemukan akan diumumkan oleh polisi hari Jumat.
-
Polisi selidiki kaitan kerangka dengan dua orang yang hilang saat demo ricuh Agustus.
Suara.com - Penemuan dua kerangka manusia di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, hampir dua bulan setelah peristiwa kebakaran saat demo ricuh pada 29 Agustus 2025, menimbulkan pertanyaan publik.
Kepala Bidang Operasi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Suheri menjelaskan alasan mengapa keberadaan korban baru diketahui pada 30 Oktober 2025.
Menurut Suheri, dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di tengah kerusuhan, petugas damkar hanya fokus melakukan pemadaman api sesuai standar operasional operasional (SOP). Sementara pencarian korban atau identifikasi lebih lanjut, ia berdalih bukan menjadi kewenangan pihaknya.
“Soal kebakaran kalau memang murni fire kami sudah ada SOP-nya. Tapi kalau terkait ada kerusuhan itu ada kewenangan di tempat lain, kami hanya mensupport kebakaran,” ujar Suheri saat dikonfirmasi, Rabu (5/11/2025).
Suheri juga menegaskan, saat kejadian, prioritas utama tim damkar adalah memastikan api padam dan mencegah kebakaran meluas. Karena situasi saat itu merupakan bagian dari kerusuhan, proses evakuasi atau pencarian korban tidak dilakukan oleh petugas damkar.
“Jadi nggak ada tahapan harus bagaimana pertama rescue-nya harus kami cari apakah ada orang terjebak di dalam atau tidak, kami hanya berupaya memadamkan. Selesai ya kami tarik. Kami hanya melakukan pemadaman saja karena ini kerusuhan, bukan kasusnya murni fire,” jelasnya.
Suheri lantas menambahkan, untuk pengecekan korban dan penemuan kerangka manusia yang terjadi kemudian, hal itu sepenuhnya menjadi ranah instansi lain, terutama kepolisian.
“Ya instansi yang berwenang, mungkin dari pihak kepolisian,” ujarnya.
Hasil Tes DNA Diumumkan Jumat
Baca Juga: Bukan Penipuan! Ternyata Ini Motif Pria Tabrakan Diri ke Mobil di Tanah Abang
Dua kerangka manusia itu ditemukan pada 30 Oktober 2025 di antara reruntuhan bangunan Gedung ACC Kwitang yang hangus terbakar. Penemuan tersebut kini tengah diselidiki Polda Metro Jaya untuk memastikan identitas korban dan keterkaitannya dengan peristiwa demo ricuh 29 Agustus lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hasil pemeriksaan DNA gigi dan tulang dari RS Polri Kramat Jati telah selesai dan akan diumumkan ke publik pada Jumat (7/11) besok.
"Nanti kita akan mendengarkan langsung penjelasan dari dokter forensik Rumah Sakit Polri terhadap hasil pemeriksaan DNA tulang dan gigi," kata Budi kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).
Dalam rilis nanti, kat Budi, pihaknya turut mengundang berbagai pihak terkait, mulai dari PT ACC selaku penemu pertama, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat, keluarga Reno Saputro Dewo dan Farhan Hamid korban orang hilang saat demo rusuh akhir Agustus, hingga perwakilan KontraS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka
-
Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!