- Sejak masa muda, Soedirman telah menunjukkan karakter kuat yang mencerminkan kecintaan pada tanah air.
- Pilihan hidup Soedirman untuk menjadi guru di Cilacap juga mencerminkan pengabdian yang tulus.
- Bagi generasi muda, kisah Soedirman dalam buku ini adalah pengingat bahwa perjuangan masa kini tidak lagi di medan pertempuran.
Semangat seperti inilah yang seharusnya dihidupkan kembali pada setiap Hari Pahlawan.
Soedirman mengajarkan bahwa menjadi pahlawan tidak selalu harus mengangkat senjata. Menjadi pahlawan berarti berani berbuat, setia pada prinsip, dan tidak berhenti mencintai tanah air dalam keadaan apa pun.
Bagi generasi muda, kisah Soedirman dalam buku ini adalah pengingat bahwa perjuangan masa kini tidak lagi di medan pertempuran, melainkan di medan pengetahuan, moralitas, dan kerja nyata.
Hari Pahlawan seharusnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menghidupkan semangat kepahlawanan di masa kini semangat untuk berbuat baik, peduli sesama, dan menjaga keutuhan bangsa seperti yang dilakukan Jenderal Soedirman sepanjang hidupnya.
Saya tidak kecewa, dan rela mati bagi negeri yang kelak merdeka, adil, makmur, dan sentosa. — Jenderal Soedirman
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
-
Foto Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah Berjejer di Istana Jelang Penganugerahan Pahlawan Nasional
-
Termasuk Soeharto, Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional ke 10 Tokoh, Ini Daftarnya
-
Polemik Pahlawan Nasional: Soeharto Masuk Daftar 10 Nama yang akan Diumumkan Presiden Prabowo
-
Soeharto, Gus Dur, Hingga Marsinah Jadi Calon Pahlawan Nasional, Kapan Diumumkan?
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal
-
3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan
-
Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran