-
Komnas Perempuan kritik minimnya pahlawan nasional perempuan, hanya 8 persen dari total.
-
Ini cerminkan cara pandang negara yang abaikan peran perempuan dalam sejarah bangsa.
-
Dari 10 pahlawan nasional baru, hanya dua orang yang merupakan tokoh perempuan.
Suara.com - Ketua Komisi Nasional Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menyoroti rendahnya representasi perempuan dalam daftar pahlawan nasional Indonesia. Menurutnya, hal ini menunjukkan masih kuatnya cara pandang negara yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap dalam narasi sejarah perjuangan bangsa.
Pemimpin Komnas Perempuan ini memaparkan data dari Kementerian Sosial yang menunjukkan bahwa dari total 206 pahlawan nasional, hanya 16 orang atau sekitar 8 persen yang merupakan perempuan.
"Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari konstruksi sejarah yang sering kali menempatkan perempuan sebagai pendukung, bukan pelaku utama dalam sejarah perjuangan bangsa," ujar Maria dalam webinar Komnas Perempuan, Senin (10/11/2025).
Maria menegaskan, Komnas Perempuan memiliki mandat untuk memastikan kontribusi perempuan diakui sebagai bagian integral dari sejarah. Ia menilai, sejarah yang adil gender adalah fondasi penting untuk membangun masa depan yang berkeadilan.
"Sejarah yang adil gender adalah fondasi bagi masa depan yang berkeadilan," imbuhnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan perempuan harus menjadi inspirasi dalam perjuangan masa kini untuk melawan kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk ketidakadilan.
"Melalui webinar ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa perjuangan perempuan tidak hanya milik masa lalu," ucap Maria.
Kritik ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan 10 pahlawan nasional baru untuk tahun 2025. Dari jumlah tersebut, hanya ada dua tokoh perempuan, yaitu aktivis buruh Marsinah dan reformator pendidikan Islam asal Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyah.
Baca Juga: Kisah Rahmah El Yunusiyyah: Pahlawan Nasional dan Syaikhah Pertama dari Universitas Al-Azhar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai