-
- BGN jalankan operasi nasional menutup dapur lalai penyebab KLB dalam Program Makan Bergizi Gratis.
- Charles Honoris dukung langkah tegas BGN, sebut political will penting lindungi kesehatan anak Indonesia.
- Pemerintah wajib pastikan standar keamanan pangan tinggi, demi keselamatan 20 ribu anak terdampak keracunan.
Suara.com - Langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup permanen dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti lalai mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.
Lankah tersebut mendapat apresiasi setelah terjadinya serangkaian kasus keracunan massal anak-anak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya mengapresiasi kebijakan baru yang diumumkan oleh BGN bahwa SPPG yang terbukti menyebabkan KLB keracunan dalam pelaksanaan Program MBG akan ditutup secara permanen," kata Charles kepada wartawan, Senin (10/11/2025).
Charles menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk political will pemerintah dalam menjalankan operasi tanggap gizi nasional untuk melindungi keselamatan anak-anak di seluruh Indonesia.
"Saya mendukung sepenuhnya langkah BGN untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang lalai," ucapnya.
Pemerintah, menurut Charles, tengah memperbaiki tata kelola teknis program MBG dengan menerbitkan petunjuk teknis (juknis) baru yang mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengawasan berbasis risiko dan sertifikasi agar setiap penyedia makanan menjalankan protokol ketat.
Namun, politisi PDIP itu menegaskan bahwa meski reformasi sedang berjalan, fakta di lapangan menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap pelaksana program MBG.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa insiden keracunan makanan masih terjadi di berbagai wilayah. Data yang saya terima menunjukkan bahwa sudah hampir 20 ribu anak menjadi korban keracunan makanan dalam program ini," ungkapnya.
Baca Juga: KPK-Kejagung Didesak Usut Dugaan Korupsi usai Portal Mitra Dapur MBG Ditutup, Mengapa?
"Ini adalah alarm serius yang tidak bisa diabaikan," sambungnya.
Charles menilai langkah BGN menutup dapur yang lalai adalah bentuk operasi pengendalian darurat yang harus diikuti evaluasi sistemik.
Ia mengingatkan bahwa program MBG tidak boleh sekadar dikejar target kuantitas, melainkan harus menjamin mutu, keamanan pangan, dan integritas pelaksana.
"Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Setiap makanan yang disalurkan melalui program MBG harus memenuhi standar keamanan pangan yang tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah tidak boleh mentoleransi kelalaian apa pun dalam pengelolaan dapur MBG, terutama bagi penyedia yang tidak memenuhi syarat operasional.
"Penegakan standar dan sanksi yang konsisten akan menjadi pesan jelas bahwa program MBG bukan sekadar program distribusi pangan, tetapi sebuah intervensi gizi yang harus dikelola dengan tanggung jawab tinggi dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan anak-anak Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa setiap SPPG penyebab KLB keracunan diwajibkan menghentikan operasional secara langsung.
BGN menilai kejadian keracunan sebagai sebuah kelalaian. Hal tersebut disampaikan Dadang dalam acara Pengarahan dan Evaluasi kepada Kasatpel, Yayasan, dan Mitra Program MBG di DIY, di Westlake Resort, Kamis (6/11/2025).
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik