- Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari tiga asosiasi kunci.
- RUU ini bertujuan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait.
- RUU Hak Cipta harus mampu menyesuaikan regulasi dengan perkembangan digitalisasi dan transformasi teknologi yang sangat cepat.
Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Badan Legislasi (Baleg) terus menggodok Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025), Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan menegaskan pentingnya melibatkan para pemangku kepentingan langsung dalam ekosistem hak cipta untuk menghasilkan regulasi yang komprehensif dan implementatif.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari tiga asosiasi kunci: Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) yang diwakili oleh Satriyo Yudi Wahono (Piyu Padi) dan jajaran; Vibrasi Suara Indonesia (VISI) dengan kehadiran nama-nama besar seperti Armand Maulana, Ariel Noah, Vina Panduwinata, Fadli Padi, dan Judika; serta Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) yang diwakili oleh Gumilang Ramadhan.
Bob menjelaskan alasan utama mengundang para pelaku industri ini.
"Kehadiran Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) serta Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) menjadi sangat penting," ujar Bob membuka rapat.
Pertama, RUU ini bertujuan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait.
AKSI mewakili para pencipta atau komposer yang memiliki hak moral dan ekonomi, sementara VISI mewakili para pelaku pertunjukan dengan hak terkait.
"Masukan mereka akan sangat menentukan batasan ideal hak moral dan ekonomi dari setiap karya dan durasi mekanisme pewarisan perlindungan hak cipta," kata Bob.
Kedua, RUU Hak Cipta harus mampu menyesuaikan regulasi dengan perkembangan digitalisasi dan transformasi teknologi yang sangat cepat.
Baca Juga: Pergulatan Batin Ariel NOAH Saat Putuskan Terima Tawaran Jadi Dilan di Film Terbaru
Asiri, sebagai perwakilan industri rekaman, diharapkan dapat memberikan pandangan langsung mengenai ekosistem digital dan bagaimana seharusnya mengatur platform digital untuk mencegah pelanggaran.
Ketiga, Baleg DPR RI perlu mendalami secara spesifik mengenai sistem manajemen kolektif (LMK) untuk pengumpulan dan pendistribusian royalti.
"Kerangka acuan menggarisbawahi pentingnya mendiskusikan mekanisme pengaturan sistem manajemen kolektif untuk pengumpulan dan pendistribusian royalti, serta model tata kelola dan pola pengawasan yang efektif bagi lembaga-lembaga ini," jelas Bob.
Ia mengakui adanya perbedaan pandangan antara AKSI dan VISI mengenai sistem royalti dan LMK, yang justru akan menjadi masukan berharga.
"Pandangan berbeda dari AKSI dan VISI mengenai sistem royalti dan lembaga manajemen kolektif atau LMK, akan menjadi masukan berharga untuk menciptakan kepastian hukum, keadilan, keseimbangan antara hak ekonomi dan akses publik," katanya.
Bob Hasan berharap perbedaan pandangan ini akan "bertelur menjadi norma materi muatan atau pasal-pasal" dalam undang-undang.
Berita Terkait
-
Satu Suara di Parlemen, AKSI dan VISI Kompak Perjuangkan Nasib Pencipta Lagu di Hadapan DPR
-
Ariel NOAH: Mau Sama Siapa Aja Pasangannya, Gak Masalah
-
Dimotori Armand Maulana dan Ariel Noah, VISI Audiensi dengan Fraksi PDIP Soal Royalti Musik
-
Debut di Dunia Film, Ariel Noah Ungkap Alasan Terima Peran Dilan ITB 1997!
-
Ariel NOAH Cs Geruduk DPR, Minta Polemik UU Hak Cipta Tak Berlarut-larut
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat
-
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD