- Orang tua Reynhard Sinaga secara resmi telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi permohonan agar putra mereka dipulangkan ke Indonesia
- Menko Polhukam Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi penerimaan surat tersebut
- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengindikasikan bahwa prioritas pemerintah adalah memulangkan WNI berkelakuan baik
Suara.com - Sebuah surat permohonan dari orang tua Reynhard Sinaga, Warga Negara Indonesia (WNI) yang divonis seumur hidup di Inggris atas kejahatan seksual luar biasa, kini berada di meja Presiden Prabowo Subianto. Isi surat tersebut sangat spesifik: meminta pemerintah Indonesia turun tangan untuk memulangkan putra mereka kembali ke Tanah Air.
Kabar mengenai surat ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Meski demikian, Yusril menegaskan bahwa surat tersebut belum menjadi prioritas pembahasan di tingkat kementerian maupun Istana.
"Iya orang tuanya kirim surat tapi kita belum bahas sama sekali," kata Yusril saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/11/2025).
Permohonan ini menjadi babak baru dalam kasus yang mengguncang publik internasional. Reynhard, yang dijuluki "predator seksual paling produktif dalam sejarah hukum Inggris," terbukti bersalah atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria. Kejahatannya dilakukan dalam rentang waktu dua setengah tahun, dengan modus membius korbannya sebelum melakukan aksi bejatnya.
Pengadilan Manchester pada tahun 2020 menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dengan masa minimum 30 tahun sebelum ia diizinkan mengajukan permohonan pengampunan.
Meskipun belum ada tindakan konkret, Yusril memastikan bahwa pemerintah akan memberikan kajian dan pertimbangan mendalam atas permintaan keluarga tersebut. Keputusan akhir, bagaimanapun, akan berada di tangan Presiden Prabowo.
"Ya nanti tentu kita akan bahas karena suratnya kan ditujukan ke Presiden. Tapi kami tentu akan berikan telaah dan pertimbangan-pertimbangan yang nanti disampaikan ke Pak Presiden," jelas Yusril.
Hingga saat ini, pemerintah secara tegas menyatakan belum ada rencana untuk memulangkan Reynhard Sinaga dari penjara di Inggris.
Sinyal Penolakan dari Kementerian Imipas
Baca Juga: Kilas Balik Reynhard Sinaga: Predator Seks Terbesar Inggris, Terungkap Karena Satu Korban Melawan
Sebelum surat ini mencuat, wacana pemulangan Reynhard Sinaga sudah pernah disinggung. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memberikan sinyal penolakan yang cukup jelas. Menurutnya, pemerintah lebih memprioritaskan pemulangan narapidana WNI di luar negeri yang memiliki rekam jejak baik.
“Saya rasa, lebih bermanfaat kita pulangkan yang baik saja, ya,” kata Agus di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta, Selasa (25/2), saat ditanya mengenai kemungkinan pemulangan Reynhard.
Agus menjelaskan bahwa pemulangan WNI yang tersangkut masalah hukum di negara lain memang menjadi perhatian. Indonesia telah memiliki kesepakatan resiprokal (timbal balik) dengan beberapa negara, seperti Australia, Prancis, dan Filipina, terkait transfer narapidana.
"Kemarin sudah ada kesepakatan bahwa harus resiprokal, apa yang mereka terima, ya, kita juga akan minta supaya mereka memperlakukan yang sama (terhadap) warga kita yang menjalani hukuman di sana,” ujar Agus.
Namun, ia menegaskan bahwa belum ada perkembangan signifikan atau pembahasan yang melibatkan Kementerian Imipas terkait kasus spesifik Reynhard Sinaga.
Kondisi Reynhard di penjara Inggris baru-baru ini juga menjadi sorotan setelah ia dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh narapidana lain.
Insiden tersebut bahkan disebut mengancam nyawanya, dan pelaku penyerangan kini sedang diadili oleh Pengadilan Manchester. Permohonan pemulangan dari keluarga ini muncul di tengah situasi tersebut, menambah kompleksitas kasus yang sudah pelik ini.
Berita Terkait
-
Kilas Balik Reynhard Sinaga: Predator Seks Terbesar Inggris, Terungkap Karena Satu Korban Melawan
-
Pemerintah Mau 'Bebaskan' Reynhard Sinaga, Predator Seksual Terkejam di Sejarah Inggris
-
Surat Orang Tua Reynhard Sinaga ke Prabowo: Asa Pulangkan 'Predator Setan' dari Penjara Inggris
-
Yusril: Pemulangan Terpidana Reynhard Sinaga Bukan Prioritas, Kasus Serupa di Saudi-Malaysia Lebih Prioritas
-
Reynhard Sinaga Bakal Ditempatkan di Lapas Nusa Kambangan Jika Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik
-
Pengamat: Pernyataan 'Peras Darah' Kaesang Adalah Mekanisme Proteksi Diri Keluarga Jokowi
-
Strategi 'Hukum Dompet', Jurus Paksa Warga Jakarta Pakai Transportasi Umum
-
KPK Optimis Ekstradisi Paulus Tannos Bakal Lancar, Meski Butuh Waktu Lama
-
Eks Teknisi Bobol Kabel Penangkal Petir 46 SPBU Shell, 7 Tersangka Ditangkap Kerugian Capai Rp1 M
-
Jakarta Tak Pernah Selesai dengan Macet, Pengamat: Kesalahan Struktur Ruang Kota