- Unggahan di media sosial X pada Jumat (17/5) menuding penelantaran satwa di Taman Margasatwa Ragunan.
- Tudingan tersebut berawal dari foto seekor singa tampak kurus dan isu bahwa pegawai Ragunan menjual jatah daging.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons pada Sabtu (18/5).
Suara.com - Media sosial X (sebelumnya Twitter) dihebohkan dengan unggahan yang menuding adanya penelantaran satwa di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).
Foto seekor singa yang tampak kurus kering menjadi viral, memicu amarah dan spekulasi netizen mengenai dugaan korupsi anggaran pakan hewan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menanggapi tudingan tersebut.
Keramaian ini bermula dari unggahan akun X @ba*****um_ pada Jumat (17/5) yang menampilkan foto seekor singa yang nampak kurus dan berjalan berputar-putar. Pengguna tersebut menyoroti kondisi fisik hewan terkait.
"Lu pada tau ga kalo makanan hewan di ragunan di korup???????????????? Astaghfirullah dzalim banget." tulis akun tersebut.
Dalam unggahannya, ia melampirkan jempretan layar dari media sosial Thread yang menyinggung adanya pegawai sengaja membawa pulang pakan hewan.
"Hewan-hewan di kebun binatang makanannya dikorupsi. Ada yang katanya keluarganya kerja di sana, bawa daging sapi 10 kg dan ayam 10 ekor, terus dijualin lagi. Bayangkan, ada berapa pegawai dan berapa banyak makanan yang diambil," tulis p****mat.
Dari pengakuan akun bernama andini.mel**, ia mengaku memiliki tante ipar dengan suami pegawai Ragunan. "Gue punya suami, terus tantenya nikah sama pekerja ragunan. Gongnya, tiap hari tuh laki bawa daging sapi bisa 10 kg, dan ayam 10 ekor tiap malem. Bawanya sekitar jam 9 -10 an terus dijualin lagi,"
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan mendapatkan amplifikasi dari berbagai akun besar lainnya, salah satunya @umenumen.
"Permisi pak/bu @DKIJakarta @dinaslhdki Mohon diusut isu berikut. Terima kasih.," tulis akun @umenumen yang menuntut agar pemerintah peka.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Ada K/L yang Balikin Duit Rp3,5 T Gara-Gara Tak Sanggup Belanja!
Ribuan netizen lainnya turut berkomentar, menyuarakan keprihatinan serupa dan mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi. Banyak yang langsung menyimpulkan bahwa telah terjadi praktik korupsi yang menyebabkan pakan satwa tidak terpenuhi dengan baik.
Jawaban Pemprov DKI Jakarta
Tidak butuh waktu lama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui akun resmi X @DKIJakarta merespons tudingan yang viral tersebut pada Sabtu (18/5).
"Saat ini informasi yang diberikan masih berupa dugaan dan belum disertai bukti pendukung yang jelas. Untuk menghindari kesalahpahaman maupun potensi fitnah, kami perlu memastikan bahwa setiap laporan didukung oleh data atau fakta yang dapat diverifikasi.," jelas Pemprov DKI dalam unggahannya.
Lebih lanjut, pihak Pemprov juga meminta bukti valid terkait tudingan ini.
"Mohon agar Anda dapat melengkapi laporan dengan: Bukti yang relevan (foto, dokumen, rekaman, atau informasi konkret lainnya) : Terima kasih atas pengertiannya dan kerja sama Anda," tulis Pemprov.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek