- Berbagai negara terus mengajukan permintaan tenaga kerja dari Indonesia.
- Besarnya permintaan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di dalam negeri.
- Permintaan itu sejalan dengan rencana pemerintah yang berupaya meningkatkan kualitas pekerja migran.
Suara.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan bahwa peluang kerja di luar negeri saat ini terbuka sangat lebar.
Menurutnya, berbagai negara terus mengajukan permintaan tenaga kerja dari Indonesia, namun kapasitas pemenuhan kebutuhan tersebut masih jauh dari ideal.
Mukhtarudin menjelaskan, negara-negara seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, Turki, hingga kawasan Eropa terus menunjukkan permintaan tinggi terhadap pekerja migran Indonesia.
"Bahkan kemarin saya ketemu dengan dubes Indonesia untuk Itali, untuk beberapa negara dekat Itali itu kita akan dapat juga masuk ke sana," kata Mukhtarudin ditemui di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
"Kemudian Jerman juga sudah ada pembicaraan. Jadi sebenarnya banyak ya," lanjutnya menambahkan.
Ia menegaskan bahwa besarnya permintaan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di dalam negeri.
Saat ini kata Mukhtarudin, ada sekitar 352 ribu lowongan kerja di luar negeri. Namun, baru sekitar 20 persen pekerja migran Indonesia yang mendaftar.
"Masih ada 80 persen lagi kurang lebih yang belum ada supply-nya, yang belum didaftar," ujarnya.
Mukhtarudin menilai rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan pekerja terutama disebabkan oleh tuntutan kompetensi dan penguasaan bahasa asing yang menjadi syarat utama.
Baca Juga: Mengapa Myanmar dan Kamboja Bukan Negara Tujuan Kerja yang Aman? Ini Penjelasan Pemerintah
Untuk itu, pemerintah kini tengah menggenjot peningkatan keahlian calon pekerja migran agar dapat memenuhi standar yang diminta negara tujuan.
"Butuh keahlian, bahasa. Artinya demand luar negeri itu terbuka, tinggal kita menyiapkan dari sisi sumber daya manusianya," kata Muktarudin.
Adapun untuk bidang keahlian, menurut Mukhtarudin, saat ini sedang banyak dicari ahli welder atau las, hospitality, serta caregiver.
Permintaan itu sejalan dengan rencana pemerintah yang berupaya meningkatkan kualitas pekerja migran. Dari sebelumnya identik menjadi asisten rumah tangga, diharapkan lebih banyak yang bekerja sebagai tenaga profesional dengan keahlian khusus.
"Jadi mengisi juga high skill yang ada di luar negeri. Walaupun sekarang udah banyak juga yang sudah banyak, bahkan ada yang jadi pramugari itu juga pekerja migran yang berada di Qatar Air. Jadi sebenarnya luas," ucap Mukhtarudin.
Berita Terkait
-
Pemerintah Bakal Kirim 500 Ribu TKI ke Luar Negeri Tahun Depan, Ini Syarat dan Sumber Rekrutmennya
-
Pemerintah Genjot Kualitas Calon Pekerja Migran: Bahasa hingga Sertifikasi Jadi Fokus Utama!
-
Pulangkan 26 WNI Korban Online Scam di Myanmar, Menteri P2MI: Jangan Tergiur Tawaran Kerja Ilegal
-
Mengapa Myanmar dan Kamboja Bukan Negara Tujuan Kerja yang Aman? Ini Penjelasan Pemerintah
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Israel Tangkap 6 Siswa Palestina, Rumah Digerebek Tengah Malam
-
UU Baru China Tuai Kontroversi, Legalkan Represi Lintas Negara
-
Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi