- Taufik menyoroti risiko ekonomi yang mungkin terjadi jika kenaikan upah diputuskan tanpa perhitungan matang.
- Ia memprediksi proses penentuan besaran upah kali ini tidak akan berjalan mulus antara pengusaha dan pekerja.
- Taufik tidak menampik bahwa beban hidup para buruh di Jakarta memang semakin berat.
Suara.com - Gelombang unjuk rasa buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta terus bergulir memanaskan suasana ibu kota.
Tuntutan kenaikan upah dinilai wajar, mengingat lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian mencekik masyarakat belakangan ini.
Namun, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli memberikan pandangan berbeda terkait fenomena tahunan ini.
Politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan pemerintah akan mengambil jalan tengah yang bijak.
Taufik menyoroti risiko ekonomi yang mungkin terjadi jika kenaikan upah diputuskan tanpa perhitungan matang terhadap kemampuan perusahaan.
"Kita juga harus melihat kalau dari segi DPRD, dari segi pemerintah, kan jalan tengah. Kalau memang UMP-nya naik segitu, apakah tidak menyebabkan ekonomi jadi mandek misalnya gitu ya? Nah, misalnya perusahaan-perusahaan tutup atau seperti apa," ujar Taufik usai Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Ia memprediksi proses penentuan besaran upah kali ini tidak akan berjalan mulus antara pengusaha dan pekerja.
Negosiasi alot dipastikan bakal terjadi di meja perundingan dewan pengupahan dalam waktu dekat.
"Kita juga harus tanya, bagaimana kesiapan pengusaha untuk mengeluarkan cost untuk SDM yang lebih besar. Jadi, saya kira pasti akan negosiasi ya, akan alot," kata dia.
Baca Juga: Anggaran Subsidi Pangan Dipangkas, PAN: Anak Buah Gubernur Berbohong Warga Tak Suka Daging dan UHT
Meski demikian, Taufik tidak menampik bahwa beban hidup para buruh di Jakarta memang semakin berat.
Faktor inflasi dan kenaikan harga barang menjadi alasan kuat mengapa buruh bersikeras menuntut kenaikan upah yang signifikan.
Namun, Dewan tetap harus memastikan apakah sektor usaha mampu bertahan jika tuntutan tersebut dipenuhi seratus persen.
"UMP itu tidak hanya melihat buruh. Memang kebutuhan dari pekerja atau buruh itu meningkat karena harga-harga naik ya. Tapi kemudian kalau kita meluluskan atau UMP dinaikkan sesuai dengan permintaan buruh itu, kita harus juga melihat apakah nanti ekonomi akan berjalan. Apakah perusahaan-perusahaan masih bisa hidup dengan pengeluaran cost SDM yang besar," jelas Taufik.
Di sisi lain, ia juga menuntut transparansi dan kejujuran dari pihak pengusaha terkait kondisi finansial mereka yang sebenarnya.
Keterbukaan data keuangan perusahaan menjadi kunci agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam keputusan ini.
"Jadi kita tanya juga ke pengusaha, harus jujur juga. Apakah memang benar pengeluaran untuk SDM bisa menyebabkan perusahaan goyang atau seperti apa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soal Penentuan UMP Jakarta 2026, Pemprov DKI Tunggu Pedoman Kemnaker
-
DPRD DKI Usul Kembangkan Transportasi Laut, Impikan Kepulauan Seribu Jadi Maldives-nya Jakarta
-
Tunda Kenaikan Tarif Parkir, DPRD Minta Pemprov DKI Benahi Kebocoran PAD Rp1,4 Triliun
-
Gerindra Tagih Pramono Anggaran Perbaikan SDN 01 Pulau Harapan: Jangan Cuma Janji!
-
Diprotes Dewan, Pramono Bantah Ada Pemangkasan Anggaran Subsidi Pangan di 2026
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar