-
Fraksi Gerindra tagih janji Gubernur Pramono perbaiki SDN 01 Pulau Harapan.
-
Anggaran perbaikan tidak masuk dalam APBD Perubahan 2025 maupun RAPBD 2026.
-
Pemprov DKI terpaksa tunda proyek fisik akibat pemangkasan dana bagi hasil (DBH).
Suara.com - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Setyoko, menyoroti belum terealisasinya janji perbaikan bangunan SDN 01 Pulau Harapan di Kepulauan Seribu. Ia menyayangkan anggaran untuk proyek tersebut tidak masuk dalam APBD Perubahan 2025 maupun Rancangan APBD 2026.
Setyoko mengingatkan bahwa janji perbaikan sekolah tersebut pernah disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada pertengahan tahun 2025.
"Saya hanya mengingatkan kepada Pak Gubernur, pada sekitar bulan Mei atau Juni 2025, beliau berjanji akan membangun dan memperbaiki sekolah rusak SDN 01 di Pulau Harapan," kata Setyoko kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
"Kami menanti di anggaran perubahan 2025, ternyata tidak masuk. Kemudian, pada tahun 2026, anggaran itu pun tidak masuk. Jejak rekam ini membuktikan bahwa, tolong jangan hanya beri kami janji," tegasnya.
Menurut Setyoko, lambannya realisasi ini menunjukkan minimnya perhatian Pemprov DKI terhadap wilayah kepulauan. Ia menegaskan, warga di sana sudah terlalu lama menunggu bukti nyata dari pemerintah.
Pemprov DKI Akui Tunda Sejumlah Proyek Fisik
Menanggapi hal ini, Pemprov DKI menjelaskan bahwa sejumlah proyek fisik memang terpaksa ditunda akibat penyesuaian anggaran. DPRD DKI bersama Pemprov telah mengesahkan Rancangan APBD 2026 senilai Rp81,3 triliun, turun drastis dari proyeksi awal sekitar Rp95 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh pemangkasan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menjelaskan bahwa penundaan proyek dilakukan berdasarkan skala prioritas.
Beberapa proyek yang tertunda antara lain pembangunan gedung pemerintahan, pengurangan jumlah rehabilitasi puskesmas dari 12 menjadi 5, serta pengurangan rehabilitasi sekolah dari 22 menjadi hanya 5 lokasi.
Baca Juga: Diprotes Dewan, Pramono Bantah Ada Pemangkasan Anggaran Subsidi Pangan di 2026
"Penundaan kegiatan dalam RAPBD 2026 menjadi salah satu pilihan, sesuai dengan audit inspektorat yang saat ini berjalan," jelas Atika.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit
-
Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan