- Dokter Tifa menyarankan agar kasus ijazah Jokowi yang menjeratnya dihentikan (SP3), dengan imbalan negara memfasilitasi perawatan medis untuk Jokowi di luar negeri
- Ia menamakan gagasannya "Marcos Way", yang diklaim sebagai solusi manusiawi untuk meredakan tekanan politik terhadap Jokowi dan mencegah dampak buruk pada kesehatannya
- Tifa menyatakan bahwa usulannya telah melalui konsultasi dengan sekitar 30 profesor dan doktor dari berbagai bidang keilmuan
Suara.com - Pegiat media sosial, dr. Tifauziah Tyassuma atau yang akrab disapa dr. Tifa, melontarkan gagasan kontroversial untuk menyelesaikan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ia mengusulkan agar kasus yang menjeratnya terkait tudingan tersebut dihentikan melalui mekanisme SP3, dan sebagai gantinya, negara disarankan memfasilitasi Jokowi untuk menjalani perawatan medis di luar negeri.
Menurut Tifa, langkah ini perlu diambil untuk meredakan tekanan publik terhadap mantan pemimpin negara. Ia mengklaim bahwa tekanan politik yang berkepanjangan dapat membahayakan kondisi kesehatan Jokowi.
"Dalam berbagai negara, ketika tekanan publik terhadap seorang mantan pemimpin mencapai titik yang sangat tinggi, negara memilih memberikan ruang pemulihan, bukan konfrontasi. Terlebih kami memahami tekanan politik berkepanjangan dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental seseorang, dalam hal ini mantan Presiden Joko Widodo, stres akut, penurunan imunitas, hingga risiko komplikasi medis," ujar Tifa, Rabu (19/11/2025).
Tawarkan Solusi 'Marcos Way'
Tifa menyebut pendekatannya ini sebagai "Marcos Way", sebuah solusi yang menurutnya menempatkan aspek kemanusiaan sebagai pilar utama penyelesaian masalah. Ia memandang tawaran ini sebagai jalan keluar yang elegan dan bermartabat.
"Karena itu, menyediakan jalan keluar berupa kesempatan untuk menjalani perawatan medis di luar negeri dapat menjadi solusi elegan dan manusiawi. Ini yang kami tawarkan," tuturnya.
Ia menambahkan, pendekatan semacam ini dapat menjaga ketenangan publik sekaligus memberikan ruang penghormatan bagi pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan perlindungan kesehatan. Dengan begitu, negara bisa terhindar dari eskalasi konflik yang tidak perlu.
"Inilah pilihan penyelesaian yang tidak merendahkan siapa pun sekaligus membuka jalan bagi negara untuk memfokuskan energi pada masa depan dan agenda pembangunan," ucapnya.
Baca Juga: Tegas Tolak Mediasi dengan Jokowi, Roy Suryo Cs Lebih Pilih Dipenjara?
Klaim Didukung Puluhan Pakar
Lebih lanjut, dr. Tifa mengungkapkan bahwa gagasan ini bukanlah pemikiran tunggal. Ia mengklaim usulan tersebut merupakan hasil diskusi mendalam dengan puluhan pakar dari berbagai disiplin ilmu.
Gagasan ini, menurutnya, sedianya akan disampaikan dalam sebuah forum bersama Komisi Percepatan Reformasi Polri.
"Kami sudah berkonsultasi dengan para pakar, para ahli yang kurang lebih 30 profesor dan doktor terdiri atas multidisciplinary. Mereka semua berdiskusi day by day dengan kami membahas bagaimana seharusnya kasus kami ini ditegakkan dan bagaimana solusi lebih baik untuk penyelesaian masalah ini," ujar dokter Tifa.
Berita Terkait
-
Tegas Tolak Mediasi dengan Jokowi, Roy Suryo Cs Lebih Pilih Dipenjara?
-
MK Batalkan Aturan HGU 190 Tahun di IKN, Airlangga: Investasi Tetap Kami Tarik!
-
'Dilepeh' Gerindra, PSI Beri Kode Tolak Budi Arie Gabung: Tidak Ada Tempat Bagi Pengkhianat Jokowi
-
Ijazah Asli Jokowi Terungkap Ada di Polda Metro, Jadi Barang Bukti Kasus Apa?
-
Inisiatif Jokowi, Diresmikan Prabowo: RS KEI Surakarta Siap Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri!
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
-
Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Jangan Ada Impunitas di Kasus Tual, KPAI Desak Hukum Berat Pelaku dan Evaluasi Total SOP
-
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
-
Survei Indekstat: Pengangguran Masih Jadi PR Utama Pemerintah Sejak Era Jokowi
-
Tembus 96 Persen! Wilayah Ini Jadi Pendukung Paling Loyal Prabowo-Gibran Menurut Survei Terbaru
-
Pengamat Ingatkan Menteri Jangan Jadikan Jabatan Batu Loncatan Politik
-
Gebrakan Prabowo di Washington, Bikin Investor Global Siap Guyur Modal ke RI?
-
Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!