Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan langkah serius dalam menata Air Terjun Tancak Gunung Pasang sebagai destinasi unggulan baru di kawasan lereng Gunung Argopuro. Hal itu terungkap dalam pertemuan koordinasi antara Pemkab Jember dan Perhutani KPH Jember yang digelar di ruang Sekretaris Daerah Jember pada Selasa (18/11/2025).
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa Pemkab Jember tidak hanya melihat Tancak sebagai objek wisata biasa, tetapi sebagai aset strategis yang harus dikelola profesional dan berkelanjutan.
Dengan karakter air terjun yang masih alami, debit air deras, serta bentang alam pegunungan yang memanjakan mata, Air Terjun Tancak dinilai memiliki daya dorong kuat untuk memperkaya portofolio wisata Jember.
Plt Sekretaris Daerah Jember, Jupriono, menegaskan bahwa Pemkab telah menempatkan Tancak Gunung Pasang dalam daftar prioritas pengembangan wisata. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara cepat, sehingga pengelolaan destinasi harus fokus, terarah, dan memberi dampak langsung pada warga sekitar.
“Pengembangan Tancak Gunung Pasang bukan hanya soal membuka tempat wisata baru, tetapi menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Administratur Perhutani KPH Jember, Eko Teguh Prasetyo, mendukung penuh langkah tersebut. Ia menyebut Air Terjun Tancak memiliki potensi menjadi ikon wisata alam Jember dengan catatan penataan kawasan dan peningkatan aksesibilitas dilakukan secara matang.
“Dengan dukungan Pemkab Jember, kami memastikan pengelolaan kawasan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberi rasa aman bagi wisatawan,” kata Eko.
Asisten I Pemerintahan Kabupaten Jember, Adi Wijaya, menambahkan bahwa percepatan pengembangan wisata pegunungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, Tancak Gunung Pasang dapat membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai daerah dengan kekayaan wisata alam yang kompetitif.
Di luar aspek kebijakan, Air Terjun Tancak sendiri sudah lama menjadi primadona bagi pencinta wisata alam. Terletak di Desa Suci, Kecamatan Panti, air terjun setinggi sekitar 82 m ini memiliki debit air mencapai 150 m kubik per detik.
Baca Juga: 10 Wisata Alam Jember untuk Libur Akhir Tahun, dari Pantai Eksotis hingga Situs Megalitik
Lokasinya berjarak 16 km dari pusat Kota Jember, dan untuk mencapai titik air terjun, pengunjung perlu trekking sekitar 3 kilometer melewati perkebunan kopi, jalan berbatu, hutan, dan aliran sungai jernih.
Air Terjun Tancak kini diproyeksikan menjadi magnet wisata baru yang bukan hanya menonjolkan keindahan alam Argopuro, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi bagi warga setempat.***
Berita Terkait
-
10 Wisata Alam Jember untuk Libur Akhir Tahun, dari Pantai Eksotis hingga Situs Megalitik
-
Rembangan Jember, Destinasi Sejuk Peninggalan Belanda yang Pernah Disinggahi Soekarno
-
Pemkab Jember Kebut Perbaikan Jalan di Ratusan Titik, Target Rampung Akhir 2025
-
Bupati Jember: Mulai 2026 setiap triwulan OPD dievaluasi bersama DPRD
-
International Parade Marching Carnival Sukses Digelar, Jember Siap Menjadi Pusat Event Besar
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional