- Kejagung mengintensifkan penyidikan korupsi ekspor POME, memanggil lebih dari 40 saksi pada Jumat (21/11/2025).
- Saksi yang diperiksa berasal dari kalangan birokrasi pemerintah dan pelaku usaha swasta terkait kasus ini.
- Pemeriksaan ini tindak lanjut penggeledahan kantor Bea Cukai untuk mengumpulkan dokumen dan memperkuat alat bukti.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) semakin mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME). Dalam perkembangan terbaru, tim penyidik telah memeriksa lebih dari 40 orang saksi yang diduga mengetahui seluk-beluk skandal ini.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan jumlah saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik di Gedung Bundar.
“Sudah lebih dari 40 orang kok,” kata Anang Supriatna di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Meski begitu, Anang masih menutup rapat informasi mengenai identitas para saksi tersebut. Ia hanya memberikan sinyal bahwa mereka berasal dari dua lingkaran utama, yakni pemerintah dan pelaku usaha.
“Dari birokrasi ada, dari swasta ada juga,” ucap Anang.
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi apakah pihak birokrat yang diperiksa termasuk pejabat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Anang mengaku belum mengetahui detailnya.
“Saya enggak tahu pastinya,” ujar Anang singkat.
Pemeriksaan puluhan saksi ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian langkah hukum yang telah dilakukan penyidik sebelumnya, termasuk penggeledahan di sejumlah kantor Bea Cukai di berbagai daerah. Aksi penggeledahan itu dilakukan untuk mencari data dan informasi krusial.
“Terkait dengan penggeledahan di kantor Bea Cukai, memang benar ada beberapa tindakan-tindakan hukum, langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh tim penyidik Gedung Bundar dalam rangka mencari informasi dan data,” kata Anang pada Jumat (24/10/2025) lalu.
Baca Juga: Korupsi Tax Amnesty: Kejagung Sebut Periksa Sejumlah Nama Sebelum Pencekalan, Termasuk Bos Djarum?
Anang menjelaskan, semua upaya hukum yang dilakukan, termasuk penggeledahan dan pemeriksaan saksi, bertujuan untuk memperkuat alat bukti dalam proses penegakan hukum.
“Dalam rangka kita menemukan alat-alat bukti nantinya untuk proses penegakan hukum dan juga dalam rangka mencapai apa yang kita ingin, tujuan kita capai nantinya, apa yang penyidik inginkan,” ucapnya.
Dari penggeledahan yang dilakukan, penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen. Namun, lagi-lagi Anang enggan merinci jenis dokumen yang diamankan untuk kepentingan penyidikan.
“Ya pokoknya dokumen. Bisa dokumen kan bisa alat elektronik, bisa surat, bisa apa kan? Bisa aja,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Korupsi Tax Amnesty: Kejagung Sebut Periksa Sejumlah Nama Sebelum Pencekalan, Termasuk Bos Djarum?
-
Bos Djarum Victor Hartono Terseret Kasus Dugaan Korupsi Tax Amnesty, Purbaya: Bukan Zaman Sekarang!
-
Purbaya soal Pejabat Kemenkeu Diperiksa Kejagung: Itu Masa Lalu, Bukan Sekarang
-
Dugaan Korupsi Tax Amnesty, Eks Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi Dicekal, Tak Bisa ke Luar Negeri
-
Soal Pelimpahan Kasus Petral: Kejagung Belum Ungkap Alasan, KPK Bantah Isu Tukar Guling Perkara
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Zulhas Sebar Hewan Kurban saat Iduladha, dari Jakarta hingga NTT
-
Studi Ungkap Cara Kurangi Konflik Lahan dalam Pengembangan Energi Surya
-
Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara
-
Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
-
Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal
-
Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing
-
Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres
-
Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus
-
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat